Kerugian ini menunjukkan efektivitas serangan balasan Iran yang menargetkan infrastruktur kritis AS di kawasan.
Serangan Iran Meluas ke Basis Militer dan Fasilitas Diplomatik
Serangan balasan Iran menjangkau enam negara di kawasan Teluk, menargetkan instalasi militer dan diplomatik AS secara simultan.
Target Militer Utama:
- Kuwait: Tiga pangkalan utama terdampak, termasuk runtuhnya atap di Pangkalan Udara Ali Al Salem dan ledakan drone di Camp Buehring. Serangan paling mematikan terjadi di Camp Arifjan, menewaskan enam personel militer AS.
- Irak: Pangkalan AS di Bandara Internasional Erbil dibombardir berulang. Citra satelit menunjukkan setidaknya empat bangunan hancur dengan api masih menyala hingga Senin pagi.
- UEA: Fasilitas rekreasi Angkatan Laut AS di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai, terlihat asap tebal akibat serangan.
- Bahrain & Qatar: Markas Armada Kelima di Bahrain dan Al-Udeid di Qatar mengalami kerusakan berat pada sistem komunikasi dan radar.
Baca Juga: Gejolak Diplomatik AS–Iran Mengganggu Akses Internet dan Sistem Siber Global
Serangan ke Fasilitas Diplomatik:
Konflik ini memaksa evakuasi staf kedutaan AS di beberapa negara:
- Arab Saudi: Kedutaan Besar AS di Riyadh terkena dua drone, menyebabkan kebakaran terbatas. Laporan menyebut stasiun CIA di kompleks tersebut juga terdampak.
- Kuwait: Kedutaan di Kota Kuwait diserang rudal dan drone secara intens, kini ditutup tanpa batas waktu dan staf non-esensial dievakuasi.
- UEA: Konsulat Jenderal AS di Dubai terkena drone di area parkir, meski api cepat dipadamkan tanpa kerusakan struktural utama.
Konflik ini bagian dari eskalasi lebih luas pasca serangan awal AS dan Israel terhadap target di Iran, termasuk pembunuhan pemimpin tinggi.
Situasi tetap dinamis dengan potensi perluasan dampak regional. Pantau terus perkembangan terkini dari sumber terpercaya.
