Justru ibadah harus dilakukan terlebih dahulu, sementara tanda hanyalah bonus pengetahuan.
Dalam Surah Al-Qadar juga disebutkan, “Tanazzalul malaikatu war-ruhu fiha”, yang berarti para malaikat dan Ruh (Malaikat Jibril) turun pada malam itu.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, turunnya malaikat dalam jumlah besar menjadi salah satu sebab suasana malam terasa begitu damai.
Adapun makna “qadar” berkaitan dengan penetapan atau ketentuan Allah. Pada malam tersebut, berbagai urusan tahunan ditetapkan.
Namun, doa tetap memiliki peran penting. Dalam sejumlah hadis dijelaskan bahwa doa dapat menjadi sebab berubahnya ketentuan, tentu atas izin Allah.
Karena itu, Malam Lailatul Qadar menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak istigfar, doa, serta permohonan kebaikan dunia dan akhirat.
