Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Digadang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Senin 02 Mar 2026, 19:35 WIB
Profil Mojtaba Khamenei putra Ali Khamenei yang jadi pemimpin tertinggi Iran (Sumber: X/@raphlesioniste2)

Profil Mojtaba Khamenei putra Ali Khamenei yang jadi pemimpin tertinggi Iran (Sumber: X/@raphlesioniste2)

POSKOTA.CO.ID - Nama Seyyed Mojtaba Khamenei mendadak menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan selamat dari serangan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu kini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menduduki posisi Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan di Republik Islam Iran semakin menguat menyusul wafatnya sang ayah.

Mojtaba dinilai memiliki modal politik dan dukungan keagamaan yang signifikan untuk melanjutkan tongkat estafet kekuasaan.

Baca Juga: Arti Bendera Merah yang Dikibarkan di Masjid Jamkaran Iran Apa? Ini Makna dan Pesannya usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Disiapkan Jadi Penerus Sejak Dua Tahun Terakhir

Mojtaba Khamenei disiapkan jadi penerus sejak dua tahun terakhir (Sumber: X/@Sans_Concession)

Media pemerintah Iran, Fars News Agency, pada Minggu, 1 Maret 2026 melaporkan bahwa Mojtaba memang telah dipersiapkan untuk menggantikan posisi ayahnya.

Laporan tersebut diperkuat oleh pemberitaan Bhaskar English yang menyebut proses persiapan suksesi sudah berlangsung setidaknya dalam dua tahun terakhir.

Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai pencalonannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya.

Dalam sistem politik Iran, penunjukan Rahbar berada di tangan Majelis Ahli, lembaga ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi.

Baca Juga: Konflik Iran vs AS-Israel Memanas, 7 Negara Tutup Wilayah Udara dan Ribuan Penerbangan Batal

Isyarat dari Ali Khamenei dan Dukungan Ulama

Sebelum wafat, Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan pernah memberi sinyal mengenai kemungkinan Mojtaba sebagai penerusnya.

Dalam sebuah diskusi tertutup bersama anggota Majelis Ahli pada 2024, ia disebut meminta pembahasan suksesi dilakukan secara pribadi dan terbatas.

Nama Mojtaba dilaporkan memperoleh dukungan dari sejumlah ulama berpengaruh.

Dukungan ini dinilai krusial mengingat legitimasi kepemimpinan di Iran tidak hanya bersifat politik, tetapi juga religius.

Baca Juga: Siapa Pemimpin Iran Sebenarnya? Ini Perbedaan Kekuasaan Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian

Bukan Figur Baru di Panggung Politik Iran

Mojtaba Khamenei bukanlah sosok asing dalam dinamika politik dan keagamaan Iran. Ia dikenal memiliki latar belakang kuat dalam teologi Islam serta jaringan luas di kalangan elite ulama dan struktur keamanan.

Namanya mulai ramai diperbincangkan dunia internasional saat krisis pemilihan presiden Iran 2009.

Ketika Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan menang, kubu oposisi yang dipimpin Mir Hossein Mousavi menuding adanya kecurangan, memicu gelombang protes besar-besaran.

Sejumlah analis meyakini Mojtaba memainkan peran penting di balik layar dalam mengelola respons negara terhadap gejolak tersebut. Meski tak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan, pengaruhnya diyakini terus berkembang.

Baca Juga: Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Ini Profil dan Jejak 36 Tahun Kepemimpinannya di Iran

Pengaruh Menguat di Era Ebrahim Raisi

Kekuatan politik Mojtaba disebut semakin solid ketika Ebrahim Raisi menjabat sebagai Presiden Iran.

Pada periode inilah spekulasi mengenai persiapan Mojtaba untuk menduduki posisi kepemimpinan tertinggi makin santer terdengar.

Kini, setelah wafatnya Ali Khamenei dan memanasnya situasi geopolitik akibat serangan Israel-AS, perhatian dunia tertuju pada proses transisi kepemimpinan di Teheran.

Apakah Mojtaba Khamenei benar-benar akan menjadi Rahbar baru Iran? Jawabannya masih menunggu keputusan resmi Majelis Ahli, namun satu hal yang pasti: namanya kini berada di pusat pusaran politik Republik Islam tersebut.


Berita Terkait


News Update