Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Digadang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Senin 02 Mar 2026, 19:35 WIB
Profil Mojtaba Khamenei putra Ali Khamenei yang jadi pemimpin tertinggi Iran (Sumber: X/@raphlesioniste2)

Profil Mojtaba Khamenei putra Ali Khamenei yang jadi pemimpin tertinggi Iran (Sumber: X/@raphlesioniste2)

Dalam sebuah diskusi tertutup bersama anggota Majelis Ahli pada 2024, ia disebut meminta pembahasan suksesi dilakukan secara pribadi dan terbatas.

Nama Mojtaba dilaporkan memperoleh dukungan dari sejumlah ulama berpengaruh.

Dukungan ini dinilai krusial mengingat legitimasi kepemimpinan di Iran tidak hanya bersifat politik, tetapi juga religius.

Baca Juga: Siapa Pemimpin Iran Sebenarnya? Ini Perbedaan Kekuasaan Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian

Bukan Figur Baru di Panggung Politik Iran

Mojtaba Khamenei bukanlah sosok asing dalam dinamika politik dan keagamaan Iran. Ia dikenal memiliki latar belakang kuat dalam teologi Islam serta jaringan luas di kalangan elite ulama dan struktur keamanan.

Namanya mulai ramai diperbincangkan dunia internasional saat krisis pemilihan presiden Iran 2009.

Ketika Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan menang, kubu oposisi yang dipimpin Mir Hossein Mousavi menuding adanya kecurangan, memicu gelombang protes besar-besaran.

Sejumlah analis meyakini Mojtaba memainkan peran penting di balik layar dalam mengelola respons negara terhadap gejolak tersebut. Meski tak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan, pengaruhnya diyakini terus berkembang.

Baca Juga: Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Ini Profil dan Jejak 36 Tahun Kepemimpinannya di Iran

Pengaruh Menguat di Era Ebrahim Raisi

Kekuatan politik Mojtaba disebut semakin solid ketika Ebrahim Raisi menjabat sebagai Presiden Iran.

Pada periode inilah spekulasi mengenai persiapan Mojtaba untuk menduduki posisi kepemimpinan tertinggi makin santer terdengar.

Kini, setelah wafatnya Ali Khamenei dan memanasnya situasi geopolitik akibat serangan Israel-AS, perhatian dunia tertuju pada proses transisi kepemimpinan di Teheran.


Berita Terkait


News Update