Ketiganya bertanggung jawab mengawasi jalannya pemerintahan dan memastikan kelangsungan negara selama proses suksesi resmi.
- Presiden Masoud Pezeshkian
Sebagai kepala eksekutif negara, Pezeshkian memainkan peran sentral dalam koordinasi pemerintahan harian dan kebijakan luar negeri sementara.
- Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei
Pejabat ini mengawasi aspek hukum dan yudisial, memastikan penegakan hukum tetap berjalan di tengah situasi darurat.
- Pejabat dari Dewan Hukum Negara
Seorang anggota Dewan tersebut turut serta untuk menjaga keseimbangan konstitusional dan pengawasan lembaga negara.
Ketiga tokoh ini diharapkan memimpin hingga Majelis Ahli (Assembly of Experts) menetapkan pemimpin tertinggi baru sesuai mekanisme konstitusi Iran.
Dampak Jangka Panjang bagi Iran dan Timur Tengah
Kematian Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade sejak 1989, menandai titik balik besar bagi Republik Islam Iran.
Situasi ini berpotensi memicu perubahan dinamika kekuasaan internal, termasuk peran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang kuat.
Di tingkat regional, eskalasi konflik AS-Israel-Iran berisiko meluas, dengan implikasi terhadap stabilitas Timur Tengah, harga minyak global, dan keamanan internasional.
Iran telah bersumpah membalas dendam, sementara AS di bawah Trump menyatakan operasi akan berlanjut hingga mencapai tujuan "perdamaian abadi" di kawasan.
Perkembangan ini terus dipantau ketat oleh komunitas internasional, dengan kekhawatiran akan perang yang lebih luas di Timur Tengah.
