POSKOTA.CO.ID - Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Alquran Indonesia. Seorang hafizah cilik asal Malang, Jawa Timur, berhasil menorehkan prestasi internasional yang membanggakan di usia yang masih sangat muda.
Aisyah Ar-Rumy yang berusia 10 tahun sukses menembus tiga besar kategori peserta perempuan dalam ajang bergengsi Dubai International Holy Quran Award 2026, sebuah kompetisi Alquran tingkat dunia yang diikuti ribuan peserta dari berbagai negara.
Prestasi Aisyah menjadi semakin istimewa karena ia harus bersaing dengan total 5.618 peserta dari 105 negara. Setelah melalui tahap seleksi ketat, dewan juri menyaring peserta hingga tersisa 525 orang yang melaju ke babak kedua melalui penyisihan via video call.
Proses seleksi kemudian kembali dipersempit hingga hanya menyisakan enam finalis terbaik, terdiri dari tiga peserta putra dan tiga peserta putri yang kini bertarung di babak final.
Baca Juga: Contoh Khutbah Gerhana Bulan 2026, Materi Singkat dan Padat untuk Kultum Ramadhan
Di kategori perempuan, Aisyah bersaing bersama Jana Ehab Ramadan (15 tahun) asal Mesir dan Sara Abdul Karim Alhalak (15 tahun) dari Suriah.
Profil Aisyah Ar-Rumy, Hafizah 10 Tahun Asal Malang
Aisyah merupakan siswi kelas 4 di SD Tahfidz Alquran Daarul Ukhuwwah yang berada di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Meski baru berusia 10 tahun dan lahir pada 19 November 2016, Aisyah telah menghafal 26 juz Alquran. Ia menjalani rutinitas murojaah secara konsisten sebanyak 3 hingga 5 juz setiap hari sebagai bagian dari menjaga kualitas hafalannya.
Perjalanan menghafal Alquran dimulai sejak usia 3 tahun, ketika kedua orang tuanya, Muhammad Qowiyul Huda dan Maisyaroh Cholila, memasukkannya ke sekolah tahfidz. Pada usia 6 tahun, Aisyah melanjutkan pendidikan di SD Tahfidz Daarul Ukhuwwah yang menjadi fondasi utama perkembangan akademik dan spiritualnya.
Deretan Prestasi Sejak Usia Dini
Prestasi Aisyah tidak muncul secara instan. Sejak kecil, ia telah menorehkan berbagai pencapaian dari tingkat lokal hingga nasional.
Ia pernah meraih Juara 1 lomba tahfidz tingkat kecamatan pada 2023, memperoleh Penghargaan Juri lomba tahfidz regional Malang tahun 2024, menjadi finalis Hafiz Indonesia 2024 di televisi nasional, serta memenangkan Juara 1 lomba Asmaul Husna dan tilawah se-Malang Raya pada 2025.
Dukungan Publik Indonesia Sangat Dibutuhkan
Penentuan pemenang dalam kompetisi internasional ini tidak hanya bergantung pada penilaian dewan juri, tetapi juga melibatkan dukungan masyarakat melalui sistem voting publik.
Ayah Aisyah, Muhammad Qowiyul Huda, mengajak masyarakat Indonesia untuk turut memberikan dukungan.
"Sangat dibutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia untuk bisa vote Aisyah. Karena selain penilaian juri juga ada dari penilaian voting," tuturnya.
Voting publik masih dibuka hingga 2 Maret 2026. Masyarakat Indonesia diharapkan dapat memberikan dukungan maksimal agar Aisyah mampu meraih posisi terbaik di ajang tersebut.
Baca Juga: Sejarah Perang Badar di Bulan Ramadan, Pertempuran yang Mengubah Perjalanan Islam
Ajang Bergengsi dengan Hadiah Fantastis
Dubai International Holy Quran Award dikenal sebagai salah satu kompetisi Alquran terbesar di dunia. Selain prestise internasional, ajang ini juga menawarkan hadiah bernilai fantastis.
Pemenang pertama kategori putra dan putri masing-masing akan menerima hadiah sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp16,3 miliar. Melalui visi baru bertajuk 'Mencari bacaan Alquran terindah untuk tahun 2026,' penyelenggara menghadirkan peningkatan signifikan, termasuk total hadiah lebih dari AED 12 juta.
Kompetisi tersebut diselenggarakan di bawah arahan Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Dubai sebagai pusat global pengembangan tilawah Alquran.
Keberhasilan Aisyah Ar-Rumy menembus tiga besar menjadi simbol harapan sekaligus kebanggaan bagi Indonesia di panggung internasional.
