Mereka mengklaim bertindak atas kuasa perusahaan pembiayaan Mandiri Tunas Finance. Kedatangan mereka memicu perdebatan lantaran korban menilai proses penarikan kendaraan tidak sesuai prosedur.
Namun, mobil milik korban sempat dibawa oleh para debt collector. Karena belum mengetahui identitas para penagih tersebut, korban meminta petugas keamanan perumahan menahan kendaraan yang digunakan para pelaku di pintu gerbang. Korban mendatangi lokasi gerbang untuk meminta penjelasan dan identitas mereka.
"Karena curiga, korban meminta security untuk menyetop mobil debt collector itu untuk meminta identitasnya identitas pelaku)," ujar kuasa hukum korban, Andri Jurnisal.
Situasi di lokasi semakin memanas hingga salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban. Setelah penusukan terjadi, ketiganya melarikan diri dari lokasi kejadian. Kemudian peristiwa penusukan dilaporkan ke Polsek Kelapa Dua.
"Di sana, korban ditusuk tiga kali, dua di bagian perut dan satu di punggung," pungkasnya.
