Konflik Iran vs AS-Israel Memanas, 7 Negara Tutup Wilayah Udara dan Ribuan Penerbangan Batal

Minggu 01 Mar 2026, 15:55 WIB
Konflik Iran vs AS-Israel memanas, 7 negara tutup wilayah udara dan ribuan penerbangan batal. (Sumber: X/@DambaanA)

Konflik Iran vs AS-Israel memanas, 7 negara tutup wilayah udara dan ribuan penerbangan batal. (Sumber: X/@DambaanA)

POSKOTA.CO.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah melonjak tajam menyusul eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Situasi yang memanas ini berdampak langsung pada sektor penerbangan global, dengan tujuh negara menutup wilayah udara dan lebih dari 1.800 penerbangan dibatalkan.

Asap serangan dilaporkan mengepul di atas Teheran sebelum Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik strategis di kawasan. Rudal-rudal dilaporkan menghantam wilayah ibu kota di sekitar Teluk, menyebabkan korban jiwa dan kepanikan massal. Saksi mata menyebutkan jet tempur serta proyektil terlihat melintas di langit beberapa negara.

Data perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat, dari 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di kawasan Timur Tengah pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebanyak 966 penerbangan atau 22,9 persen dibatalkan. Jika termasuk penerbangan keluar, total pembatalan melampaui 1.800 penerbangan.

Untuk Minggu, 1 Maret 2026, 716 dari 4.329 penerbangan yang dijadwalkan menuju Timur Tengah juga dibatalkan. Segmentary itu, FlightAware melaporkan lebih dari 19.000 penerbangan global mengalami penundaan dan 2.600 lainnya dibatalkan hingga pukul 02.30 GMT.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS Usai Serangan Israel, Timur Tengah Memanas!

7 Negara Tutup Wilayah Udara

Konflik Iran vs AS-Israel Memanas. (Sumber: tangkapan layar)
  1. Iran

Iran langsung menutup wilayah udaranya sejak serangan dimulai. Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran menyatakan penutupan berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.

  1. Israel

Pemerintah Israel melalui Menteri Transportasi Miri Regev mengumumkan penutupan wilayah udara untuk seluruh penerbangan sipil.

  1. Qatar

Otoritas penerbangan sipil Qatar menyampaikan penutupan sementara wilayah udara negara tersebut sebagai langkah antisipasi keamanan.

  1. Irak

Media pemerintah Irak melaporkan penutupan total wilayah udara nasional akibat situasi keamanan yang memburuk.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Wafat? Ini Skenario Masa Depan Iran dan Dampak Besar Bagi Dunia

  1. Uni Emirat Arab

UEA mengumumkan penutupan wilayah udara secara parsial dan sementara untuk mengantisipasi potensi ancaman.

  1. Suriah

Otoritas Penerbangan Sipil Suriah menutup sebagian wilayah udara di selatan dekat perbatasan Israel selama 12 jam.

  1. Kuwait

Kuwait secara resmi menutup wilayah udaranya menyusul eskalasi konflik regional.

Sementara itu, Yordania melalui Angkatan Udaranya menyatakan tengah melakukan latihan pertahanan udara, tanpa memastikan penutupan wilayah udara.

Deretan Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Eskalasi konflik memaksa banyak maskapai internasional menangguhkan rute ke kawasan Timur Tengah, di antaranya:

  1. Emirates dan Etihad Airways membatalkan masing-masing 38 persen dan 30 persen penerbangan.
  2. Qatar Airways menangguhkan seluruh penerbangan dari Doha, membatalkan 41 persen jadwalnya.
  3. Syria Air menghentikan semua penerbangan hingga waktu yang belum ditentukan.
  4. Delta Air Lines menangguhkan rute New York–Tel Aviv.
  5. American Airlines menghentikan sementara layanan Doha–Philadelphia.
  6. Otoritas Rusia, Rosaviatsia, membatalkan seluruh penerbangan komersial ke Israel dan Iran.

    Baca Juga: Israel-AS Serang Iran, Kemlu RI Pastikan Keselamatan WNI

  7. Air India menangguhkan seluruh penerbangan ke Timur Tengah.
  8. Pakistan International Airlines menghentikan penerbangan ke UEA, Bahrain, Doha, dan Kuwait.
  9. Turkish Airlines menangguhkan penerbangan ke 10 negara kawasan tersebut.
  10. Air France, British Airways, Lufthansa, hingga Garuda Indonesia juga menghentikan sejumlah rute penting ke Tel Aviv, Dubai, Doha, dan kota lainnya.

Langkah penghentian penerbangan ini diperkirakan masih akan berlanjut jika situasi keamanan belum membaik dalam beberapa hari ke depan.

Dampak Global dan Potensi Kerugian

Penutupan wilayah udara Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global. Kawasan ini merupakan jalur transit utama penerbangan Eropa-Asia.

Gangguan operasional diperkirakan memicu kerugian miliaran dolar, lonjakan harga tiket, serta keterlambatan distribusi logistik internasional.

Para analis menilai, stabilitas kawasan menjadi kunci pemulihan industri penerbangan.

Jika konflik Iran vs AS-Israel terus bereskalasi, gangguan transportasi udara bisa meluas dan memperburuk tekanan ekonomi global.


Berita Terkait


News Update