POSKOTA.CO.ID - Peluncuran vivo Y31d Pro pada 17 April 2026 di Indonesia terasa seperti jawaban atas satu pertanyaan sederhana: seberapa lama ponsel bisa bertahan mengikuti ritme hidup penggunanya?
Di tengah kebiasaan digital yang makin padat dari pekerjaan, komunikasi, hingga konsumsi hiburan daya tahan baterai bukan lagi fitur tambahan, melainkan kebutuhan utama. Di sinilah vivo mencoba mengambil posisi, bukan sekadar menawarkan spesifikasi, tapi menghadirkan perangkat yang terasa “siap pakai” sepanjang hari.
Product Manager vivo Indonesia, Gilang Pamenan, menyebut perangkat ini sebagai pendamping aktivitas harian.
“Perangkat ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengguna dengan mobilitas tinggi, menggabungkan baterai besar, AI, dan ketahanan dalam satu ekosistem,” ujarnya.
Pernyataan itu memberi gambaran arah pengembangan produk: tidak hanya kuat, tapi juga adaptif.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Vivo Y600 Pro: Hp Midrange dengan Baterai Jumbo 10.000 mAh
Baterai Besar, Bukan Sekadar Angka
Angka 7000mAh pada vivo Y31d Pro memang terdengar mencolok. Namun yang menarik bukan hanya kapasitasnya, melainkan bagaimana perangkat ini mengelola energi tersebut.
Dalam penggunaan penuh, perangkat diklaim mampu bertahan hingga:
- 14 hari dalam mode standby
- 72 jam pemutaran musik
- 44 jam streaming video
Di titik ini, jelas bahwa vivo menargetkan pengguna yang tidak ingin bergantung pada charger setiap saat—baik pekerja lapangan, kreator konten, maupun pengguna aktif harian.
Pengisian daya pun tidak tertinggal. Teknologi 90W FlashCharge memungkinkan baterai terisi penuh dalam waktu kurang dari satu jam. Ini mengubah kebiasaan lama: dari menunggu lama, menjadi sekadar “isi cepat lalu lanjut aktivitas.”
Tambahan seperti Super Battery Saver dan Battery Extender terasa relevan dalam kondisi darurat. Bahkan, fitur reverse charging membuat ponsel ini bisa berfungsi sebagai power bank untuk perangkat lain.
