Konflik Iran vs AS-Israel Memanas, 7 Negara Tutup Wilayah Udara dan Ribuan Penerbangan Batal

Minggu 01 Mar 2026, 15:55 WIB
Konflik Iran vs AS-Israel memanas, 7 negara tutup wilayah udara dan ribuan penerbangan batal. (Sumber: X/@DambaanA)

Konflik Iran vs AS-Israel memanas, 7 negara tutup wilayah udara dan ribuan penerbangan batal. (Sumber: X/@DambaanA)

Otoritas Penerbangan Sipil Suriah menutup sebagian wilayah udara di selatan dekat perbatasan Israel selama 12 jam.

  1. Kuwait

Kuwait secara resmi menutup wilayah udaranya menyusul eskalasi konflik regional.

Sementara itu, Yordania melalui Angkatan Udaranya menyatakan tengah melakukan latihan pertahanan udara, tanpa memastikan penutupan wilayah udara.

Deretan Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Eskalasi konflik memaksa banyak maskapai internasional menangguhkan rute ke kawasan Timur Tengah, di antaranya:

  1. Emirates dan Etihad Airways membatalkan masing-masing 38 persen dan 30 persen penerbangan.
  2. Qatar Airways menangguhkan seluruh penerbangan dari Doha, membatalkan 41 persen jadwalnya.
  3. Syria Air menghentikan semua penerbangan hingga waktu yang belum ditentukan.
  4. Delta Air Lines menangguhkan rute New York–Tel Aviv.
  5. American Airlines menghentikan sementara layanan Doha–Philadelphia.
  6. Otoritas Rusia, Rosaviatsia, membatalkan seluruh penerbangan komersial ke Israel dan Iran.

    Baca Juga: Israel-AS Serang Iran, Kemlu RI Pastikan Keselamatan WNI

  7. Air India menangguhkan seluruh penerbangan ke Timur Tengah.
  8. Pakistan International Airlines menghentikan penerbangan ke UEA, Bahrain, Doha, dan Kuwait.
  9. Turkish Airlines menangguhkan penerbangan ke 10 negara kawasan tersebut.
  10. Air France, British Airways, Lufthansa, hingga Garuda Indonesia juga menghentikan sejumlah rute penting ke Tel Aviv, Dubai, Doha, dan kota lainnya.

Langkah penghentian penerbangan ini diperkirakan masih akan berlanjut jika situasi keamanan belum membaik dalam beberapa hari ke depan.

Dampak Global dan Potensi Kerugian

Penutupan wilayah udara Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global. Kawasan ini merupakan jalur transit utama penerbangan Eropa-Asia.

Gangguan operasional diperkirakan memicu kerugian miliaran dolar, lonjakan harga tiket, serta keterlambatan distribusi logistik internasional.

Para analis menilai, stabilitas kawasan menjadi kunci pemulihan industri penerbangan.

Jika konflik Iran vs AS-Israel terus bereskalasi, gangguan transportasi udara bisa meluas dan memperburuk tekanan ekonomi global.


Berita Terkait


News Update