POSKOTA.CO.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah melonjak tajam menyusul eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Situasi yang memanas ini berdampak langsung pada sektor penerbangan global, dengan tujuh negara menutup wilayah udara dan lebih dari 1.800 penerbangan dibatalkan.
Asap serangan dilaporkan mengepul di atas Teheran sebelum Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik strategis di kawasan. Rudal-rudal dilaporkan menghantam wilayah ibu kota di sekitar Teluk, menyebabkan korban jiwa dan kepanikan massal. Saksi mata menyebutkan jet tempur serta proyektil terlihat melintas di langit beberapa negara.
Data perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat, dari 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di kawasan Timur Tengah pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebanyak 966 penerbangan atau 22,9 persen dibatalkan. Jika termasuk penerbangan keluar, total pembatalan melampaui 1.800 penerbangan.
Untuk Minggu, 1 Maret 2026, 716 dari 4.329 penerbangan yang dijadwalkan menuju Timur Tengah juga dibatalkan. Segmentary itu, FlightAware melaporkan lebih dari 19.000 penerbangan global mengalami penundaan dan 2.600 lainnya dibatalkan hingga pukul 02.30 GMT.
Baca Juga: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS Usai Serangan Israel, Timur Tengah Memanas!
7 Negara Tutup Wilayah Udara

- Iran
Iran langsung menutup wilayah udaranya sejak serangan dimulai. Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran menyatakan penutupan berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.
- Israel
Pemerintah Israel melalui Menteri Transportasi Miri Regev mengumumkan penutupan wilayah udara untuk seluruh penerbangan sipil.
- Qatar
Otoritas penerbangan sipil Qatar menyampaikan penutupan sementara wilayah udara negara tersebut sebagai langkah antisipasi keamanan.
- Irak
Media pemerintah Irak melaporkan penutupan total wilayah udara nasional akibat situasi keamanan yang memburuk.
- Uni Emirat Arab
UEA mengumumkan penutupan wilayah udara secara parsial dan sementara untuk mengantisipasi potensi ancaman.
- Suriah
