9 Amalan Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadhan yang Jarang Diketahui, Nomor 4 Sering Terlewat!

Sabtu 28 Feb 2026, 07:14 WIB
Ilustrasi. 9 amalan Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan (Sumber: Pinterest/Delgarm)

Ilustrasi. 9 amalan Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan (Sumber: Pinterest/Delgarm)

POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa yang selalu dinantikan umat Islam di seluruh dunia.

Selain menjadi bulan penuh ampunan, Ramadhan juga dikenal sebagai waktu dilipatgandakannya pahala amal kebaikan.

Tidak hanya ibadah wajib seperti puasa, terdapat pula amalan-amalan sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad selama bulan suci ini.

Sebagai teladan utama umat Islam, kebiasaan Rasulullah Saw di bulan Ramadhan menjadi rujukan penting dalam menjalankan ibadah secara optimal.

Baca Juga: Menjelang Idul Fitri, Ini 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah Menurut Al-Quran

9 Amalan Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadhan

Ilustrasi. 9 amalan Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan (Sumber: Pinterest)

Berikut sembilan amalan Nabi Muhammad Saw di bulan Ramadhan yang patut diteladani yang dilansir dari laman resmi dompet dhuafa pada Sabtu, 28 Februari 2026:

Menentukan Awal Ramadhan dengan Melihat Hilal

Sebelum memulai puasa, Rasulullah Saw memastikan terlebih dahulu munculnya hilal atau menerima kesaksian orang terpercaya. Hal ini menunjukkan pentingnya ketelitian dan kehati-hatian dalam menentukan awal Ramadhan.

  1. Mengakhirkan Sahur dan Menyegerakan Berbuka

Salah satu sunnah yang ditekankan Rasulullah adalah mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu Subuh dan segera berbuka ketika waktu Magrib tiba. Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan:

“Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Baca Juga: 6 Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Setiap Hari Jumat yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Mengakhirkan sahur diyakini dilakukan pada sepertiga malam terakhir, waktu yang penuh keberkahan dan mustajab untuk berdoa.

“Aisyah radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Siapa yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan salat?” Kami menjawab: “Abdullah bin Mas’ud.” Ia berkata: “Demikian juga yang dilakukan Rasulullah Saw.” (HR Muslim)

Sementara itu, maksud dari mengakhirkan sahur Menurut Abu Bakar Al-Kalabadzi, yakni makan sahur di sepertiga malam terakhir.

“Nabi Saw pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (doa)?’, ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi Saw. Dalam hadis lain, Nabi Saw berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah Swt.” (Kitab Bahrul Fawaid)

  1. Tidak Pernah Meninggalkan Sahur

Rasulullah Saw menegaskan bahwa sahur mengandung keberkahan. Bahkan, meski hanya dengan seteguk air, umat Islam dianjurkan untuk tetap sahur. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:

“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari Muslim)

“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)

Selain dua keutamaan di atas, sahur menjadi kegiatan penting dalam puasa Ramadan. Sebab, sahur menjadi pembeda antara puasa yang dijalankan umat Muslim dengan puasa yang dilakukan oleh umat agama lain.

“Dari Amru bin al-‘Ash, Rasulullah Saw bersabda, “Beda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)

  1. Mengurangi Tidur dan Memperbanyak Istigfar

Selama Ramadan, Nabi Muhammad Saw memperbanyak ibadah malam dan memohon ampun kepada Allah Swt. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS Az-Zariyat ayat 17–18 tentang orang-orang bertakwa yang sedikit tidurnya dan banyak beristigfar di akhir malam.

Baca Juga: 5 Ide Ngabuburit Seru Ala Gen Z, Menunggu Waktu Buka Puasa dengan Kreatif dan Bermanfaat

“Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS Az-Zariyat: 17-18)

  1. Menjaga Lisan dan Menghindari Perdebatan

Nabi Muhammad Saw juga melakukan amalan yang tidak tampak oleh pandangan, yakni menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata tak pantas. Namun memang pada dasarnya, Rasulullah Saw adalah makhluk yang mulia, sehingga apa pun yang dilakukan dan keluar dari lisannya, semua baik. Hal ini tentu saja perlu dicontoh oleh umat Muslim, salah satu caranya dilatih dengan berpuasa.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman (Hadis Qudsi): Setiap amal anak cucu Adam adalah untuknya, kecuali puasa, itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu perisai (benteng). Apabila kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan bersuara keras (berteriak-teriak). Kalau ada yang mengajak bertengkar atau berdebat maka katakanlah: Aku sedang puasa.” (HR Bukhari 1904)

Puasa menjadi perisai yang melindungi diri dari perbuatan sia-sia.

  1. Tetap Berpuasa Saat Safar Jika Mampu

Dalam kondisi bepergian jauh (safar), Rasulullah Saw memberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa. Namun, jika mampu, beliau tetap menjalankannya. Hal ini menunjukkan fleksibilitas syariat Islam yang mempertimbangkan kondisi umatnya.

“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu, Hamzah bin Amru al-Aslami bertanya pada Nabi Muhammad Saw: “Apakah sebaiknya aku berpuasa dalam safar?” Hamzah adalah seorang yang hobi berpuasa. Nabi Saw menjawab: “Kalau mau silakan berpuasa, kalau mau silakan tidak berpuasa”.”

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Puasa bagi Tubuh dan Mental? Ini Penjelasan Lengkap Dokter Aisah Dahlan

  1. Memperbanyak Sedekah

Kedermawanan Nabi Muhammad Saw semakin meningkat di bulan Ramadan. Sedekah menjadi amalan utama yang tidak pernah beliau tinggalkan, meski hanya dalam bentuk sederhana.

“Yazid berkata: “Abu al-Khair, tak pernah satu hari pun berlalu melainkan dia pasti bersedekah, walaupun hanya sepotong kue atau sebutir bawang dan semisalnya.” (HR Ahmad)

Ramadan menjadi momentum terbaik untuk berbagi karena pahala kebaikan dilipatgandakan.

  1. Memperbanyak Doa

Doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab. Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa sepanjang Ramadan, baik saat sahur, berbuka, maupun di waktu-waktu mustajab lainnya.

“Tiga doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa orang tua, doa orang berpuasa, dan doa musafir.” (HR Baihaqi)

  1. Berbuka dengan Kurma

Rasulullah Saw selalu berbuka dengan kurma, apabila beliau memilikinya. Kurma dipilih karena di masa dan tempat Rasulullah Saw tinggal, buah kurma sangat melimpah ruah.

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah Saw biasa berbuka dengan rutab (kurma muda/basah) sebelum salat Magrib. Kalau tidak ada rutab maka beliau berbuka dengan tamar (kurma kering). Kalau tidak ada maka beliau berbuka dengan minum beberapa teguk air.”

  1. Memberi Makan Orang Berpuasa

Rasulullah Saw kerap memberi hidangan berbuka bagi mereka yang berpuasa di Bulan Ramadan. Amalan ini bisa membuat seseorang mendapat pahala, sama seperti orang yang berpuasa.

“Dari Zaid bin Khalid al-Juhani dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang membukakan (memberikan perbukaan) orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala puasanya tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.” (HR Tirimidzi 807)

Meneladani Rasulullah di Bulan Ramadan

Sembilan amalan Nabi Muhammad Saw di bulan Ramadan ini bukan sekadar tradisi, melainkan panduan spiritual yang sarat hikmah.

Dari menjaga lisan, memperbanyak sedekah, hingga menghidupkan malam dengan ibadah, seluruhnya mengajarkan keseimbangan antara ibadah ritual dan sosial.

Dengan meneladani kebiasaan Rasulullah Saw, diharapkan Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana peningkatan ketakwaan dan kualitas diri.

Semoga kita termasuk golongan yang mampu mengamalkan sunnah beliau dan mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak. Aamiin.


Berita Terkait


News Update