“Aisyah radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Siapa yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan salat?” Kami menjawab: “Abdullah bin Mas’ud.” Ia berkata: “Demikian juga yang dilakukan Rasulullah Saw.” (HR Muslim)
Sementara itu, maksud dari mengakhirkan sahur Menurut Abu Bakar Al-Kalabadzi, yakni makan sahur di sepertiga malam terakhir.
“Nabi Saw pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (doa)?’, ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi Saw. Dalam hadis lain, Nabi Saw berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah Swt.” (Kitab Bahrul Fawaid)
- Tidak Pernah Meninggalkan Sahur
Rasulullah Saw menegaskan bahwa sahur mengandung keberkahan. Bahkan, meski hanya dengan seteguk air, umat Islam dianjurkan untuk tetap sahur. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari Muslim)
“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)
Selain dua keutamaan di atas, sahur menjadi kegiatan penting dalam puasa Ramadan. Sebab, sahur menjadi pembeda antara puasa yang dijalankan umat Muslim dengan puasa yang dilakukan oleh umat agama lain.
“Dari Amru bin al-‘Ash, Rasulullah Saw bersabda, “Beda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)
- Mengurangi Tidur dan Memperbanyak Istigfar
Selama Ramadan, Nabi Muhammad Saw memperbanyak ibadah malam dan memohon ampun kepada Allah Swt. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS Az-Zariyat ayat 17–18 tentang orang-orang bertakwa yang sedikit tidurnya dan banyak beristigfar di akhir malam.
Baca Juga: 5 Ide Ngabuburit Seru Ala Gen Z, Menunggu Waktu Buka Puasa dengan Kreatif dan Bermanfaat
“Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS Az-Zariyat: 17-18)
- Menjaga Lisan dan Menghindari Perdebatan
Nabi Muhammad Saw juga melakukan amalan yang tidak tampak oleh pandangan, yakni menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata tak pantas. Namun memang pada dasarnya, Rasulullah Saw adalah makhluk yang mulia, sehingga apa pun yang dilakukan dan keluar dari lisannya, semua baik. Hal ini tentu saja perlu dicontoh oleh umat Muslim, salah satu caranya dilatih dengan berpuasa.
