MAKASAR, POSKOTA.CO.ID - Polsek Makasar tengah menyelidiki kasus dugaan aksi hipnotis yang menimpa seorang pedagang jamu keliling di wilayah Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
Korban bernama Mujiem, 52 tahun mengalami kerugian hingga Rp25 juta setelah diduga menjadi korban hipnotis oleh seorang perempuan yang belum dikenalnya.
"Sudah buat laporan," ujar Kapolsek Makasar, Sumardi, saat dikonfirmasi, Jumat, 27 Februari 2026.
Selain itu, Sumardi mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara serta pengumpulan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Baca Juga: 20 Lubang Tambang Emas Ilegal Ditertibkan Petugas di area PT Antam Bogor
Kendati demikian, ia belum dapat membeberkan kronologis secara rinci insiden dugaan hipnotis tersebut.
"Sudah melakukan pengecekan TKP. Rekaman CCTV kita kumpulkan," kata Sumardi.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 21 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, saat seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun mendatangi rumah korban.
Pelaku datang dengan modus memesan jamu dalam jumlah besar dan mengaku hendak menyalurkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa Heran Aparat Pakai Kopiah dan Sorban Saat Amankan Demo, Polisi: Menghormati Ramadhan
Meski sempat menolak karena tidak sedang berjualan, korban akhirnya luluh setelah pelaku terus meyakinkan dan bersikap seolah-olah telah lama mengenalnya sebagai pelanggan.
Dalam kondisi yang diduga berada di bawah pengaruh pelaku, korban menuruti sejumlah permintaan, termasuk memperlihatkan tas berisi tabungan sekaligus modal usaha sebesar Rp20 juta.
"Hilang, ada duitnya Rp 20 juta, terus cincin sama suratnya, itu harganya Rp 5,2 juta," ucap Mujiem.
Menurut Mujiem, terduga pelaku sempat meminta izin masuk ke dalam rumah dengan alasan ke kamar mandi dan menunaikan salat.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan LPDP Jakarta Tahun Depan, Kuota Awal Ditargetkan 100 Peserta
Setelah berada di dalam rumah cukup lama, pelaku mengajak korban keluar dengan dalih mengambil paket sembako untuk dibagikan kepada anak yatim dan janda.
Selanjutnya, korban dibonceng menggunakan sepeda motor hingga ke kawasan Jalan Jengki dan diminta menunggu di tepi jalan.
Beberapa saat kemudian korban tersadar dan bergegas pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter. Setibanya di rumah, ia mendapati tas berisi uang dan perhiasan telah raib. (man)
