Dalam kondisi yang diduga berada di bawah pengaruh pelaku, korban menuruti sejumlah permintaan, termasuk memperlihatkan tas berisi tabungan sekaligus modal usaha sebesar Rp20 juta.
"Hilang, ada duitnya Rp 20 juta, terus cincin sama suratnya, itu harganya Rp 5,2 juta," ucap Mujiem.
Menurut Mujiem, terduga pelaku sempat meminta izin masuk ke dalam rumah dengan alasan ke kamar mandi dan menunaikan salat.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan LPDP Jakarta Tahun Depan, Kuota Awal Ditargetkan 100 Peserta
Setelah berada di dalam rumah cukup lama, pelaku mengajak korban keluar dengan dalih mengambil paket sembako untuk dibagikan kepada anak yatim dan janda.
Selanjutnya, korban dibonceng menggunakan sepeda motor hingga ke kawasan Jalan Jengki dan diminta menunggu di tepi jalan.
Beberapa saat kemudian korban tersadar dan bergegas pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter. Setibanya di rumah, ia mendapati tas berisi uang dan perhiasan telah raib. (man)
