20 Lubang Tambang Emas Ilegal Ditertibkan Petugas di area PT Antam Bogor

Jumat 27 Feb 2026, 20:28 WIB
Petugas menertibkan tambang ilegal di area penambang PT Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. (Sumber: Dok. PT Antam)

Petugas menertibkan tambang ilegal di area penambang PT Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. (Sumber: Dok. PT Antam)

NANGGUNG, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 85 petugas gabungan TNI/Polri, Satpol PP, dan PT Antam UBPE Pongkor, melakukan penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor.

Penertiban tersebut dilakukan buntut kasus tewasnya 11 penambang ilegal yang menambang emas di kawasan PT Antam. 

Penertiban dilakukan selama tiga hari, terhitung sejak Selasa hingga Kamis 26 Februari 2026. Petugas gabungan menertibkan sebanyak 20 lubang PETI, di kwasan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Antam.

CSR Manager PT Antam Tbk UBPE, Pongkor Arif Rahman Saleh mengatakan, patroli gabungan ini dilakukan di empat titik lokasi yakni Blok Cepu, RC12 kemudian Gunung Butak dan Pasir Jawa.

Baca Juga: Kabel Semrawut di Jalan Raya Tigaraksa-Citeras Bahayakan Keselamatan Masyarakat

"Data pastinya kita sedang merenci saat ini seluruhnya tetapi kurang lebih sekitar 20 lubang PETI. Namun, terlepas dari itu ini akan terus kita lakukan pemantauan," kata Arif saat dikonfirmasi, Jumat 27 Februari 2026.

Petugas gabungan pun mendapat sejumlah barang bukti berupa senter, kabel listrik dan gubuk liar saat patroli penertiban berlangsung.

"Barang bukti yang diamankan pertama ada beberapa peralatan peti terdiri dari selang kabel listrik sekitar 50 meter dan gubuk-gubuk liar dirubuhkan," ungkap Arif.

Baca Juga: LDNU DKI Siapkan 150 Paket Takjil Setiap Hari di Program Teras Dakwah

Arif menegaskan pihaknya bakal terus melakukan pemantauan di wilayah IUP milik PT Antam dalam menjaga area tersebut supaya tidak disusupi penambang ilegal.

"Untuk antisiapasi untuk lubang ditemukan kita akan lakukan pemantauan kemudian kita lakukan evalusi nanti setelah beberapa hari, ada peningkatan ekselasi atau tidak. Jika ada kita lakukan operasi gabungan kembali," ujarnya.


Berita Terkait


News Update