Hal ini menunjukkan bahwa shalat malam memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, terlebih ketika dilakukan di bulan Ramadhan.
Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan
Keutamaan shalat Tarawih ditegaskan kembali dalam hadits riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat Tarawih) dengan dasar iman dan ikhlas (mengharapkan pahala), maka diampuni baginya dosa yang telah lampau”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk tidak melewatkan malam-malam Ramadhan tanpa shalat Tarawih.
Lebih jauh lagi, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan shalat Tarawih berjamaah. dalam hadits yang diceritakan oleh Abu Dzar radhiyallohu anhu:
إِنَّـهُ مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتِّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَـهُ قِيَامَ لَيْلَة
Artinya: “Sesungguhnya barang siapa yang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai maka dicatat baginya (seperti) dia shalat sepanjang malam”. (HR. Ashhabus Sunnan)
Baca Juga: Bolehkah Pasutri Berhubungan Intim di Siang Ramadhan Jika Tidak Puasa? Ini Penjelasan Hukumnya
Menghidupkan Ruh Ramadhan
Shalat Tarawih bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Ia adalah simbol kehidupan malam Ramadhan, penguat spiritualitas, dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baik dikerjakan sendiri di rumah maupun berjamaah di masjid, keduanya tetap memiliki nilai keutamaan.
Karena itu, jangan biarkan malam-malam Ramadhan berlalu tanpa qiyam. Hidupkan suasana Ramadhan dengan Tarawih, tadabbur Al-Qur’an, dan doa yang khusyuk.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum pengampunan dosa.
