Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf Soal Paspor Anak: Saya Mencintai Indonesia

Senin 23 Feb 2026, 14:05 WIB
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas minta maaf. (Sumber: Instagram/@sasetyaningtyas)

Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas minta maaf. (Sumber: Instagram/@sasetyaningtyas)

POSKOTA.CO.ID - Sebuah unggahan video di media sosial baru-baru ini menjadi sorotan nasional setelah alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), memamerkan paspor Inggris milik anaknya.

Pernyataan yang menyertai konten tersebut, “Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA,” langsung memicu gelombang kritik keras dari netizen.

Banyak warganet menilai ucapan itu merendahkan status kewarganegaraan Indonesia dan tidak sesuai dengan semangat nasionalisme, apalagi mengingat pendidikan Dwi dan suaminya dibiayai dana publik melalui program beasiswa bergengsi LPDP.

Kronologi Kontroversi yang Viral di Media Sosial

Kontroversi bermula dari konten yang diunggah Dwi di akun Instagram dan Threads pribadinya. Dalam video tersebut, ia menunjukkan dokumen kewarganegaraan Inggris anak keduanya, lengkap dengan paspor British yang disertai ekspresi kebahagiaan.

Baca Juga: Apa Itu Status PTKP? Ini Arti K3, K0, TK0, HB hingga K2 yang Wajib Diketahui Pekerja

Kalimat yang disematkan dianggap oleh sebagian besar publik sebagai bentuk ketidakbanggaan terhadap paspor Indonesia, yang sering dikritik memiliki kekuatan terbatas dibandingkan paspor negara maju.

Video itu sempat dihapus setelah ramai dibicarakan, tetapi potongan-potongannya telah menyebar luas di berbagai platform, termasuk TikTok, Twitter/X, dan grup WhatsApp.

Polemik ini tidak hanya menyasar Dwi, tetapi juga suaminya, Arya Iwantoro, yang juga alumni LPDP dan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusi pasca-studi sesuai aturan 2N+1 (dua kali masa studi ditambah satu tahun pengabdian di Indonesia).

LPDP sendiri angkat bicara dengan menyatakan penyesalan atas insiden ini, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas dan etika yang ditanamkan kepada para awardee.

Bahkan, lembaga tersebut berencana memanggil suami Dwi untuk klarifikasi dan potensi sanksi, termasuk pengembalian dana beasiswa jika terbukti melanggar komitmen.

Permintaan Maaf Terbuka dari Dwi Sasetyaningtyas

Pernyataan dan permohonan maaf Dwi Sasetyaningtyas (Sumber: Instagram/@sasetyaningtyas)

Menanggapi hujatan yang masif, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam klarifikasi tertulis dan video, ia mengakui bahwa penyampaiannya kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai perendahan terhadap identitas WNI.


Berita Terkait


News Update