Hasil Autopsi Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Ditemukan Luka Bakar dan Paru-paru Membengkak

Sabtu 21 Feb 2026, 14:45 WIB
Hasil autopsi bocah 12 tahun asal Jampang Kulon, Sukabumi, menunjukkan luka bakar dan pembengkakan paru-paru. (Sumber: X/@Heraloebss)

Hasil autopsi bocah 12 tahun asal Jampang Kulon, Sukabumi, menunjukkan luka bakar dan pembengkakan paru-paru. (Sumber: X/@Heraloebss)

POSKOTA.CO.ID - Kasus tragis kematian seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun berinisial NS asal Desa Bojongsari di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengejutkan warga sekitar dan perhatian luas dari masyarakat.

Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri mengungkap adanya sejumlah luka bakar di tubuh korban.

Temuan tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya unsur kekerasan oleh ibu tiri korban sebelum korban bocah 12 tahun ini dinyatakan meninggal dunia.

Meski begitu, pihak rumah sakit melalui Kepala RS, Carles Siagian, menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Hingga kini, tim forensik masih mendalami temuan luka serta kondisi organ dalam korban untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Sosok Bripda Masias Siahaya Siapa? Oknum Brimob yang Diduga Pukul Siswa MTsN di Maluku hingga Tewas

Luka Bakar Ditemukan di Sejumlah Bagian Tubuh

Kepala rumah sakit, Carles Siagian, mengungkapkan bahwa tim forensik menemukan luka bakar yang tersebar di beberapa bagian tubuh korban, mulai dari anggota gerak hingga area wajah.

"Dari hasil ditemukan, anak-anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar, juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena luka bakar," kata Carles Siagian kepada awak media di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, Jumat 20 Februari 2026 siang.

Selain di kaki kiri dan punggung, luka juga ditemukan pada bagian lengan, paha, tangan, serta sekitar bibir dan hidung yang diduga akibat paparan panas. Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah luka tersebut merupakan akibat kekerasan atau faktor lain.

"Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar," tambah Carles Siagian.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini tim forensik belum dapat menarik kesimpulan akhir terkait dugaan penganiayaan. "Namun dokter forensik belum bisa memutuskan apakah ini sebuah penganiayaan atau bukan," lanjut Carles.

Baca Juga: Wanita di Serang Diduga Tipu Puluhan Pencari Kerja, Kerugian Korban Puluhan Juta

Jantung dan Paru-paru Jadi Fokus Pemeriksaan

Dalam pemeriksaan internal, dokter menemukan adanya pembengkakan pada beberapa organ vital, khususnya jantung dan paru-paru. Kedua organ tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut.

“(Organ yg diperiksa dan dibawa ke lab?) Jantung, paru-paru, karena ada sedikit membengkak. Belum tau apakah itu karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak,” ujar Carles.

Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Secara medis, luka bakar yang ditemukan pada tubuh NS dinilai tidak cukup untuk menjadi penyebab meninggalnya bocah 12 tahun ini. Oleh karena itu, tim dokter melakukan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sampel organ untuk diuji di laboratorium di Jakarta.

“Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian. Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ diotopsi, kita melakukan pemeriksaan laboratorium dan mengirimkan ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasil untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ,” tegas Carles.

Proses autopsi sendiri berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam. Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu 5 sampai 7 hari kerja.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Oknum Brimob Diduga Aniaya Siswa MTs di Maluku hingga Meninggal Dunia

Dugaan Kekerasan Masih Didalami

Kasus kematian NS, bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, juga diwarnai dugaan kekerasan yang disebut-sebut melibatkan ibu tirinya. Namun hingga kini, pihak medis belum memberikan kesimpulan terkait dugaan tersebut.

“Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ diautopsi dan kita melakukan pemeriksaan laboratorium dan mengirimkan ke Jakarta, Jantung dan paru-paru (organ yang diperiksa), karena ada sedikit membengkak. Belum tahu apakah itu (organ dalam) karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak,” kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri, Kombes Pol dokter Carles Siagian, Jumat 20 Februari 2026 siang.

Hingga hasil laboratorium keluar, misteri penyebab kematian bocah 12 tahun di Sukabumi ini masih menjadi perhatian masyarakat dan menunggu kepastian dari pihak berwenang.


Berita Terkait


News Update