Baca Juga: Wanita di Serang Diduga Tipu Puluhan Pencari Kerja, Kerugian Korban Puluhan Juta
Jantung dan Paru-paru Jadi Fokus Pemeriksaan
Dalam pemeriksaan internal, dokter menemukan adanya pembengkakan pada beberapa organ vital, khususnya jantung dan paru-paru. Kedua organ tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut.
“(Organ yg diperiksa dan dibawa ke lab?) Jantung, paru-paru, karena ada sedikit membengkak. Belum tau apakah itu karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak,” ujar Carles.
Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Secara medis, luka bakar yang ditemukan pada tubuh NS dinilai tidak cukup untuk menjadi penyebab meninggalnya bocah 12 tahun ini. Oleh karena itu, tim dokter melakukan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sampel organ untuk diuji di laboratorium di Jakarta.
“Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian. Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ diotopsi, kita melakukan pemeriksaan laboratorium dan mengirimkan ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasil untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ,” tegas Carles.
Proses autopsi sendiri berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam. Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu 5 sampai 7 hari kerja.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Oknum Brimob Diduga Aniaya Siswa MTs di Maluku hingga Meninggal Dunia
Dugaan Kekerasan Masih Didalami
Kasus kematian NS, bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, juga diwarnai dugaan kekerasan yang disebut-sebut melibatkan ibu tirinya. Namun hingga kini, pihak medis belum memberikan kesimpulan terkait dugaan tersebut.
“Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ diautopsi dan kita melakukan pemeriksaan laboratorium dan mengirimkan ke Jakarta, Jantung dan paru-paru (organ yang diperiksa), karena ada sedikit membengkak. Belum tahu apakah itu (organ dalam) karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak,” kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri, Kombes Pol dokter Carles Siagian, Jumat 20 Februari 2026 siang.
Hingga hasil laboratorium keluar, misteri penyebab kematian bocah 12 tahun di Sukabumi ini masih menjadi perhatian masyarakat dan menunggu kepastian dari pihak berwenang.
