Selama tanda fajar belum muncul, maka makan dan minum masih diperbolehkan.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, ayat ini menjadi landasan utama bahwa batas sahur bukanlah imsak, melainkan masuknya waktu Subuh.
Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat adalah anggapan bahwa imsak merupakan batas akhir sahur.
Padahal, istilah imsak tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadis sebagai penanda wajib berhenti makan dan minum.
Ustadz Adi Hidayat menyebut, imsak merupakan bentuk kehati-hatian atau pengingat, agar umat Islam bersiap menyambut waktu Subuh.
Imsak berfungsi sebagai alarm agar seseorang tidak kebablasan makan hingga melewati batas sahur yang sesungguhnya.
Dengan demikian, meskipun waktu imsak telah tiba, umat Islam sejatinya masih diperbolehkan makan dan minum selama fajar belum terbit.
Dalam praktik sehari-hari, azan Subuh menjadi penanda paling mudah dikenali sebagai batas akhir sahur.
Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?
Ketika azan Subuh berkumandang, maka saat itu pula umat Islam wajib menghentikan aktivitas makan dan minum.
Namun demikian, Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan pentingnya ketepatan waktu azan. Azan Subuh harus dikumandangkan tepat pada awal waktu Subuh.
Jika azan dikumandangkan terlambat, maka waktu sahur sejatinya sudah berakhir meski suara azan belum terdengar.
