POSKOTA.CO.ID - Istilah “KKN Lombok Viral” masih menjadi topik panas di mesin pencari meski sudah lebih dari sepekan ramai diperbincangkan.
Pada Rabu, 18 Februari 2026, tren pencarian frasa tersebut justru meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kata kunci turunan seperti “KKN viral Lombok” dan “KKN viral video” juga mencatat lonjakan lebih dari 5 persen.
Fenomena ini menunjukkan tingginya rasa penasaran publik terhadap konten yang diduga bermuatan asusila tersebut.
Foto Penangkapan Beredar, Polisi Tegaskan Hoaks

Di tengah maraknya perburuan link video KKN Lombok viral, muncul unggahan di Facebook yang menampilkan foto sejumlah polisi mengamankan dua pasang muda-mudi di dalam kamar.
Unggahan itu disertai keterangan bahwa para pemeran video telah ditangkap aparat.
Namun, klaim tersebut dibantah tegas oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Iptu Arie Kusnandar, memastikan foto yang beredar tidak berkaitan dengan kasus yang sedang diselidiki.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial,” ujar Arie, Kamis, 12 Februari 2026.
Polisi menegaskan hingga kini belum ada penangkapan terhadap pihak mana pun. Proses pendalaman masih berlangsung untuk memastikan fakta sebenarnya terkait video tersebut.
Universitas Mataram Bantah Keterlibatan Mahasiswa
Sebelumnya, pihak Universitas Mataram juga telah membantah keras kabar yang mengaitkan mahasiswinya dengan video viral tersebut.
Satgas PPKS Unram menyebut video yang beredar sebenarnya telah tersebar sejak September 2025 dan lokasi kejadian disebut bukan berada di Lombok Timur.
Klarifikasi ini sekaligus meredam spekulasi liar yang berkembang di media sosial.
Sementara itu, Unit Tipidter dan Unit PPA Polres Lombok Timur masih menelusuri pihak yang pertama kali mengunggah konten tersebut serta lokasi perekaman guna memastikan aspek yurisdiksi hukum.
Baca Juga: Link Video Cukur Kumis Versi Bersuara Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
Bahaya di Balik Pencarian Link Video Viral
Meningkatnya pencarian link video KKN Lombok viral juga memunculkan risiko kejahatan siber. Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa banyak tautan yang beredar bukan berisi video asli, melainkan jebakan phishing.
Tautan semacam ini berpotensi mencuri data pribadi pengguna, termasuk akses akun media sosial hingga informasi perbankan. Masyarakat diimbau lebih bijak dan tidak sembarangan mengklik link yang tidak jelas sumbernya.
Fenomena “haus link” yang terus berulang dalam berbagai kasus viral menunjukkan pentingnya literasi digital. Selain berpotensi melanggar hukum, penyebaran dan pencarian konten asusila juga bisa menimbulkan dampak sosial dan hukum bagi pelaku maupun penyebarnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan meminta publik menunggu hasil resmi penyelidikan.
