POSKOTA.CO.ID - Markas Besar (Mabes) TNI membantah kabar yang menyebut puluhan personelnya mendatangi Markas Polda Metro Jaya pada Kamis, 9 Juli 2026 dini hari.
Informasi tersebut beredar di tengah proses penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang sedang ditangani Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan narasi yang menyebut personel TNI "menyerbu" Polda Metro Jaya tidak sesuai fakta. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang bersifat provokatif.
"Terlalu provokatif menggunakan bahasa menyerbu dan itu tidak benar adanya," kata Muhammad Nas kepada awak media, Kamis, 9 Juli 2026.
Baca Juga: Pengembangan Kasus Korupsi dan TPPU: Kortastipidkor Geledah 12 Lokasi, Sita 74 Kg Emas di Sentul
Nas memastikan tidak ada personel TNI yang mendatangi Mapolda Metro Jaya sebagaimana isu yang berkembang.
Menurutnya, informasi yang beredar tersebut tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Tidak benar, waspadai narasi-narasi provokasi. Tidak benar ada yang datang," tegas Nas.
Isu tersebut muncul setelah beredar informasi yang menyebut sekelompok orang berambut cepak mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjemput saksi yang tengah diperiksa dalam penyidikan tiga perkara korupsi.
Baca Juga: Rumah Jampidsus Dijaga TNI, Kapuspen Tegaskan Tak Terkait Penggeledahan Kasus Korupsi oleh Polri
Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan itu disebut datang sekitar pukul 03.40 WIB menggunakan sekitar delapan kendaraan dinas.
