Kronologi Kekerasan Anak di Ujungberung Bandung Terekam CCTV, Pihak Keluarga Ambil Tindakan Tegas pada ART

Selasa 17 Feb 2026, 13:18 WIB
Ilustrasi kekerasan pada anak di kawasan Sukagalih, Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, yang terjadi pada Senin, 16 Februari 2026. (Freepik.com)

Ilustrasi kekerasan pada anak di kawasan Sukagalih, Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, yang terjadi pada Senin, 16 Februari 2026. (Freepik.com)

POSKOTA.CO.ID - Kasus kekerasan terhadap anak kembali menggegerkan masyarakat, kali ini dari Kota Bandung.

Rekaman CCTV yang viral di media sosial memperlihatkan aksi brutal Asisten Rumah Tangga (ART) terhadap anak majikannya di kawasan Sukagalih, Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, yang terjadi pada Senin, 16 Februari 2026.

Kejadian itu sendiri baru terungkap setelah orang tua korban meninjau rekaman CCTV yang terpasang di rumah mereka.

Video yang berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan detik-detik kekerasan yang dialami bocah tersebut, hingga memicu kemarahan publik dan sorotan media.

Adapun kronologi lengkap kekerasan anak yang dilakukan ART berdasarkan rekaman CCTV.

Baca Juga: Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Benarkah Libatkan Mahasiswi KKN di NTB? Ini Fakta yang Terungkap

Rekaman CCTV menjadi bukti utama terungkapnya aksi kekerasan terhadap anak di sebuah rumah kawasan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (16/2/2026). (Sumber: Instagram/@secerca.fakta)

Kronologi Kekerasan Anak di Ujungberung Bandung

Rekaman CCTV yang dipantau oleh orang tua korban menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.22 WIB.

Saat itu, korban sedang menyantap sarapan di bawah pengawasan ART yang bersangkutan.

Alih-alih bersikap sabar dan penuh perhatian, ART tersebut melayangkan tamparan keras ke wajah anak tersebut. Akibat hantaman itu, hidung bocah tersebut mengalami pendarahan atau mimisan.

Tidak berhenti sampai di situ, rekaman juga memperlihatkan bahwa saat ART berusaha membersihkan darah dari wajah korban, proses pembersihan dilakukan dengan cara yang kasar dan tanpa memperhatikan rasa sakit yang dialami anak.

Orang tua korban, yang saat itu sedang berada di luar rumah, segera mendapatkan informasi dari pihak keluarga dan langsung bergegas pulang setelah mengetahui kondisi mengejutkan tersebut.


Berita Terkait


News Update