Apakah Benar Puasa Bisa Hambat Pertumbuhan Sel Kanker? Ini Penjelasan Lengkap ala Dokter Zaidul Akbar

Selasa 17 Feb 2026, 07:42 WIB
Ilustrasi - Penjelasan Dokter Zaidul Akbar mengenai puasa pertumbuhan sel kanker (Sumber: Unsplash/National Cancer Institute)

Ilustrasi - Penjelasan Dokter Zaidul Akbar mengenai puasa pertumbuhan sel kanker (Sumber: Unsplash/National Cancer Institute)

POSKOTA.CO.ID - Klaim puasa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker belakangan ramai diperbincangkan.

Topik ini menjadi perhatian masyarakat karena kanker masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kematian tinggi di dunia.

Berbagai upaya pencegahan dan pengobatan terus dikembangkan, mulai dari terapi medis konvensional hingga pendekatan gaya hidup sehat.

Dalam konteks tersebut, puasa dinilai menarik, karena tidak hanya berkaitan dengan pengendalian pola makan, tetapi juga perubahan besar dalam mekanisme biologis tubuh manusia.

Lewat penjelasan yang disampaikan Dokter Zaidul Akbar, puasa dipahami sebagai sarana untuk mengoptimalkan sistem imun, mengurangi peradangan, serta menekan faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan sel kanker.

Meski demikian, pemahaman yang utuh dan berimbang tetap diperlukan, agar masyarakat tidak salah menafsirkan manfaat puasa.

Lantas, sejauh mana puasa benar-benar berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker?

Bagaimana penjelasan mekanisme tubuh menurut sudut pandang kesehatan yang disampaikan Dokter Zaidul Akbar? Ulasan lengkapnya akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.

Baca Juga: Kapan Puasa Ramadhan 2026? Cek Jadwal Sidang Isbat dan Prediksinya

Apakah Benar Puasa Bisa Hambat Pertumbuhan Sel Kanker?

Seperti dilansir dari kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, pada Selasa, 17 Februari 2026, Penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR) menegaskan, kunci utama dalam melawan sel kanker sebenarnya terletak pada sistem imun tubuh.

Tubuh manusia secara alami dibekali dua jenis sistem imun, yakni sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif.

Sistem imun bawaan dapat diibaratkan sebagai perlindungan dasar yang sudah dimiliki manusia sejak lahir.

Sementara, sistem imun adaptif berkembang seiring dengan gaya hidup, asupan nutrisi, serta kebiasaan harian seseorang.

Ketika sistem imun berada dalam kondisi optimal, tubuh memiliki kemampuan untuk mengenali dan menghancurkan sel-sel abnormal, termasuk sel kanker.

Sel-sel imun seperti makrofag, neutrofil, dan limfosit bekerja aktif untuk “memakan” atau mengeliminasi sel yang rusak dan berpotensi membahayakan tubuh.

Salah satu mekanisme penting yang diaktifkan saat seseorang berpuasa adalah autofagi.

Autofagi merupakan proses alami tubuh dalam membersihkan sel-sel yang rusak, menua, atau tidak berfungsi dengan baik.

Dalam kondisi normal, proses ini tetap berjalan, namun saat puasa, intensitasnya meningkat secara signifikan.

Menurut penjelasan Dokter Zaidul Akbar, peningkatan autofagi saat puasa membantu tubuh melakukan “pembersihan internal”.

Sel-sel yang mengalami kerusakan, termasuk yang berpotensi berkembang menjadi sel kanker, akan dieliminasi secara alami.

Proses ini juga berperan dalam menekan peradangan kronis yang kerap menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif.

Baca Juga: Hukum Puasa Tanpa Salat, Apakah Sah? Ini Penjelasan Tegas Ustadz Adi Hidayat

Mengapa Sel Kanker Tidak Menyukai Puasa?

Puasa tidak hanya memperkuat sistem imun, tetapi juga membatasi asupan nutrisi yang menjadi “makanan” utama sel kanker.

Sel kanker diketahui sangat bergantung pada asupan energi tinggi, terutama dari gula sederhana dan makanan berkalori tinggi.

Konsumsi gula berlebih, lemak trans, serta bahan pangan ultra-proses dinilai dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker.

Dalam kondisi puasa, suplai energi dari luar tubuh berkurang drastis. Akibatnya, sel kanker kehilangan sumber energi utama yang selama ini mendukung perkembangannya.

Kondisi itulah yang membuat puasa dinilai berpotensi menghambat laju pertumbuhan sel kanker secara alami.

Baca Juga: Bolehkah Merokok Atau Vape Saat Puasa? Begini Hukumnya dalam Islam

Tips Pola Makan Sehat untuk Penderita Kanker

Adapun beberapa tips pola makan sehat untuk penderita kanker dari Dokter Zaidul Akbar yang bisa disimak dengan seksama.

1. Fokus pada makanan alami dan minim proses


Penderita kanker dianjurkan mengutamakan konsumsi makanan alami seperti sayur, buah, umbi, dan biji-bijian utuh.

Makanan segar yang minim proses dinilai lebih mudah dikenali tubuh dan tidak membebani sistem metabolisme.

2. Batasi gula dan karbohidrat sederhana


Asupan gula sederhana, termasuk gula pasir dan makanan manis olahan, perlu dikurangi.

Gula diketahui dapat menjadi sumber energi cepat bagi sel kanker sehingga berpotensi mempercepat perkembangannya.

3. Hindari lemak trans dan minyak olahan


Lemak trans yang banyak terdapat pada makanan gorengan, makanan cepat saji, dan produk instan sebaiknya dihindari.

Lemak jenis ini berisiko memicu peradangan kronis yang dapat memperburuk kondisi pasien kanker.

4. Perbanyak sayur dan buah berserat tinggi


Sayuran hijau, brokoli, kol, serta buah berserat tinggi berperan penting dalam membantu proses detoksifikasi alami tubuh.

Serat juga mendukung kesehatan saluran cerna dan membantu menekan peradangan.

5. Pilih sumber protein yang lebih aman


Protein tetap dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh. Namun, pada penderita kanker, protein nabati seperti kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian sering dianjurkan karena lebih rendah risiko peradangan.

6. Protein hewani dibatasi sementara


Pada fase tertentu pengobatan, protein hewani dapat dibatasi untuk mengurangi potensi inflamasi.

Jika dikonsumsi, pilih sumber yang lebih aman seperti ikan air tawar yang hidup bebas dan tidak terpapar logam berat.

7. Cukupi asupan cairan


Minum air putih dalam jumlah cukup membantu menjaga fungsi organ, melancarkan metabolisme, dan mendukung proses pembuangan racun dari dalam tubuh.

8. Kurangi makanan dengan bahan sintetis


Pewarna, pengawet, dan perisa buatan sebaiknya dihindari. Bahan sintetis yang tidak dikenali tubuh berpotensi memicu stres metabolik dan mengganggu keseimbangan sistem imun.

9. Atur pola makan dan waktu makan


Pola makan teratur, termasuk pengaturan jeda makan atau puasa terkontrol, dinilai dapat membantu tubuh mengoptimalkan sistem pertahanan dan proses perbaikan sel.

10. Sesuaikan dengan kondisi medis pasien


Setiap penderita kanker memiliki kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, pola makan sehat sebaiknya disesuaikan dengan jenis kanker, tahap pengobatan, serta rekomendasi tenaga medis yang menangani.

Meski memiliki berbagai manfaat, puasa bukanlah pengganti pengobatan medis.

Dokter Zaidul Akbar menekankan bahwa, puasa sebaiknya dipandang sebagai bagian dari ikhtiar menjaga dan memperbaiki sistem pertahanan tubuh.

Setiap penderita kanker tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis dan mengikuti protokol pengobatan yang direkomendasikan.

Dengan pemahaman yang tepat, puasa dapat menjadi salah satu strategi pendukung dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.


Berita Terkait


News Update