CIBINONG, POSKOTA.CO.ID - Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan wilayah Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor memang menjadi langganan banjir saat hujan deras melanda wilayah tersebut karena air meluap dari kali di sekitaran permukiman warga.
Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menyiapkan alat berat untuk menormalisasi setu dan sungai supaya kejadian banjir bandang di Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti yang merusak rumah warga tidak terjadi lagi.
“Karena menyangkut keberlangsungan keselamatan orang banyak, maka kami Pemkab Bogor mengambil alih apa yang bisa kami lakukan terlebih dahulu. Sehingga kita lakukan beberapa normalisasi sungai maupun setu, sehingga pada saat beberapa hari ke depan intensitas hujan masih tinggi, meminimalisir terjadinya banjir kembali,” kata Rudy kepada wartawan di Cibinong, Jumat, 13 Februari 2026.
Selain sungai dan setu, Pemkab Bogor juga menormalisasi drainase yang kurang bekerja dengan baik saat hujan deras melanda.
Baca Juga: Warga Cijayanti Bogor Sebut Pembangunan Perumahan Penyebab Utama Banjir Bandang
Rudy sudah memberi instruksi kepada dinas terkait untuk segera melakukan hal tersebut.
“Dinas Pekerjaan Umum, bahu-bahu setiap hari membuka beberapa drainase yang tertutup, saluran air yang tersumbat, bukan hanya di wilayah Babakan Madang, tapi di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Sebelumnya, Banjir bandang melanda Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kabupaten Bogor, pada Rabu Sore, 11 Februari 2026 karena hujan deras yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Dampaknya, banjir bandang dan luapan Kali Cisarapati di sekitaran permukiman warga, merusak sekiranya 73 rumah, dengan 160 KK dibdalamnya.
Baca Juga: Cerita Warga Cijayanti Bogor Rumah Rusak Berat Akibat Banjir Bandang, Berharap Direlokasi
Dari pantauan Poskota di lokasi terlihat sejumlah warga saat ini tengah melakukan bebersih pasca banjir bandang. Kasur, bantal, peralatan rumah tangga hingga sofa tampak dijemur warga di depan rumah.
Sejumlah rumah warga juga tampak jebol temboknya, akibat air dengan arus deras melintasi permukiman.
Lantai-lantai rumah juga tampak masih dipenuhi lumpur dan tengah dibersihkan, dibantu oleh BPBD dan juga Damkar.
Kepala Desa Cijayanti, Ahmad Paojan mengatakan, sebanyak delapan rumah warga dinyatakan rusak berat akibat banjir bandang tersebut, saat ini warga masih fokus untuk melakukan bebersih pasca banjir.
“Penyebab utama hujan besar terus airnya ga nampung di Kali Cisarapati ini, dampaknya ke warga,” kata Paojan. (cr-6)
