Artinya: “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam (waktu fajar), kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang waktu malam.” (Q.S. Al-Baqarah: 187)
Ayat tersebut dengan tegas menjelaskan bahwa tidak ada yang namanya istilah puasa setengah hari atau puasa bedug dalam Islam. Terlebih anak-anak yang belum baligh tidak terkena kewajiban berpuasa.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Majah.
رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَبْلُغَ وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يُفِيْقَ
Artinya: “Kewajiban (ibadah) diangkat dari tiga orang, yaitu anak kecil hingga ia balig, orang yang tidur hingga bangun, orang gila sampai ia sadar.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Terbit, Download Link Versi Resmi Kemenag di Sini
Hadits di atas menjelaskan bahwa anak kecil yang belum baligh belum terkena tanggungan ibadah seperti shalat, puasa, haji dan kewajiban-kewajiban syariat lainnya.
Kendati demikian, para orang tua memang diharuskan untuk mengajarkan anak-anak mereka yang telah berusia tujuh tahun untuk mulai berpuasa jika sudah kuat melaksanakannya satu hari penuh.
Puasa Setengah Hari dalam Pandangan Ustadz Khalid Basalamah
Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya menekankan bahwa tidak ada istilah puasa setengah hari atau puasa bedug yang diajarkan ada anak.
Ia menegaskan, dalam Islam hanya ada puasa full atau puasa satu hari penuh sesuai syariat yang berlaku, bukan puasa setengah hari.
"Dan saran saya begini, jangan pernah menggunakan istilah puasa setengah hari. Ini gak bener ini puasa setengah hari. Gak ada puasa setengah hari itu yang ada puasa full," kata Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari kanal YouTube Khalid Basalamah Official, Jumat, 13 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar para orang tua tetap mengajarkan anaknya berpuasa satu hari penuh. Namun, apabila tidak sanggup, maka biarkan anak membatalkan puasanya tanpa perlu menggunakan istilah puasa setengah hari.
"Jadi kalau misalnya di pertengahan hari, jam 12, jam 1 siang, jam 3 sore misalnya, anak sudah gak tahan biarkan dia batalkan puasanya. Tapi jangan bilang 'oh anakku hebat sudah puasa setengah hari' karena gak ada istilah puasa setengah hari," kata Ustadz Khalid.
