“Gantilah dengan pangan sehat, sekarang banyak sumber lokal yang baik, seperti tepung sorgum,” jelasnya.
Mengurangi asupan makanan olahan dapat membantu menurunkan risiko komplikasi, menjaga kadar gula darah, serta mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular pasien stroke.
5. Menjaga Kebahagiaan dan Selera Makan
Selain aspek fisik, kebahagiaan pasien juga menjadi faktor penting. Dokter Zaidul menekankan, pasien lansia atau penderita stroke perlu tetap merasa bahagia dan diperhatikan selera makannya.
“Kalau memang pengen makan sesuatu, sekali-sekali kasih saja. Kebahagiaan dan keceriaan beliau itu terjaga, itu penting,” tandasnya.
Pendekatan ini tidak hanya menjaga kondisi mental pasien, tetapi juga membantu menjaga nafsu makan yang berpengaruh pada asupan gizi selama puasa.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip diatas yang diberikan Dokter Zaidul Akbar, pasien stroke dapat tetap menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
