Tips Puasa Aman bagi Penderita Stroke, Ini Saran Praktis dari Dokter Zaidul Akbar

Kamis 12 Feb 2026, 12:47 WIB
Ilustrasi - Tips puasa bagi penderita stroke dari Dokter Zaidul Akbar (Sumber: Freepik/jcomp)

Ilustrasi - Tips puasa bagi penderita stroke dari Dokter Zaidul Akbar (Sumber: Freepik/jcomp)

Tenaga medis dapat memberikan rekomendasi mengenai batas aman puasa, perubahan pola makan, dan kebutuhan obat-obatan selama Ramadan.

2. Nutrisi Seimbang dan Pola Makan Tepat

Dokter Zaidul menekankan bahwa pola makan seimbang menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan penderita stroke selama puasa.

Nutrisi yang tepat dapat membantu memperkuat tubuh, menjaga stamina, serta mencegah komplikasi seperti trombosis atau sumbatan pembuluh darah.

“Kita perlu asupan yang bisa membantu membersihkan tubuh, salah satunya melalui serat. Selama Ramadan, saya sarankan memberikan makanan tinggi serat dengan kombinasi lemak sehat,” jelasnya.

Contoh menu sehat yang direkomendasikan antara lain, yakni potongan sayuran segar yang dicampur minyak zaitun, perasan jeruk nipis, madu, serta tambahan kismis atau kacang-kacangan.

Kombinasi tersebut membantu mendukung sistem pencernaan, jantung, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Baca Juga: Pemilik Media Berinisial BA yang Disinggung Dokter Tirta Siapa? Kasus Asusilanya Disejajarkan dengan Mohan Hazian

3. Pentingnya Asupan Omega-3

Selain serat, penderita stroke disarankan mengonsumsi makanan tinggi omega-3, yang berperan penting untuk melancarkan peredaran darah dan menjaga kesehatan jantung.

“Ikan-ikanan bisa diberikan pada beliau di pagi dan sahur, atau waktu berbuka. Omega-3 sangat baik untuk melancarkan dan mengencerkan darah,” tambah Dokter Zaidul.

Selain ikan, lemak sehat dari alpukat atau minyak zaitun juga dapat diberikan untuk mendukung kesehatan otak dan pembuluh darah.

Pemilihan makanan dengan lemak baik ini sangat penting agar pasien tetap bugar selama menjalankan puasa.

4. Hindari Makanan yang Memperburuk Kondisi

Dokter Zaidul juga menekankan agar makanan yang berisiko tinggi dihindari, terutama tepung terigu, makanan tinggi minyak, gula pasir, dan makanan olahan.


Berita Terkait


News Update