Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak langsung tidur setelah sahur maupun berbuka.
Posisi berbaring setelah makan dapat memicu naiknya asam lambung dan memperparah keluhan maag.
Baca Juga: Romi Jahat Sakit Apa? Ini Fakta Terakhir Sebelum Vokalis RTJ Meninggal Dunia
Peran Pola Hidup Sehat Selama Ramadhan
Tak hanya soal makanan, dr. Zaidul Akbar menekankan, pola hidup turut berperan besar dalam menjaga kesehatan lambung selama Ramadhan.
Kurang tidur, stres berlebihan, serta kebiasaan begadang disebut dapat memperparah gangguan pencernaan.
Menurutnya, puasa seharusnya dijadikan momentum untuk memperbaiki gaya hidup secara menyeluruh, bukan sekadar menahan lapar dan haus.
Dengan tidur cukup, mengelola stres, dan menjaga ketenangan pikiran, tubuh akan lebih mudah beradaptasi selama berpuasa.
“Kalau puasanya dibarengi pola hidup sehat, insyaallah banyak keluhan pencernaan yang membaik,” tuturnya.
Dr. Zaidul Akbar menegaskan, bagi penderita maag ringan hingga sedang, puasa bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.
Sebaliknya, puasa dapat menjadi bentuk terapi alami bagi tubuh jika dijalani dengan pemahaman yang benar.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar penderita dengan kondisi maag kronis atau memiliki penyakit penyerta lainnya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum menjalani puasa penuh.
“Tubuh setiap orang berbeda. Dengarkan sinyal tubuh, jangan memaksakan, tapi juga jangan langsung menyerah tanpa mencoba dengan cara yang benar,” pungkasnya.
