Asam Lambung dan Maag Kambuh Saat Puasa? Dokter Zaidul Akbar Beberkan Solusi Amannya

Selasa 10 Feb 2026, 15:24 WIB
Ilustrasi - Solusi aman menjalani ibadah puasa Ramadhan bagi penderita asam lambung atau maag. (Sumber: Freepik)

Ilustrasi - Solusi aman menjalani ibadah puasa Ramadhan bagi penderita asam lambung atau maag. (Sumber: Freepik)

“Banyak orang mengira puasa penyebab asam lambung naik, padahal yang sering jadi pemicu justru pola makan yang salah saat sahur dan berbuka,” jelas dr. Zaidul Akbar.

Dia menjelaskan, saat tubuh diberi jeda makan melalui puasa, sistem pencernaan justru memiliki kesempatan untuk beristirahat dan melakukan proses pemulihan secara alami.

Namun, manfaat tersebut bisa hilang jika asupan makanan saat berbuka dan sahur justru membebani lambung.

Pengurus pusat Asosiasi Pengobat Tradisional Indonesia (ASPETRI) itu juga menambahkan, kunci utama agar maag tidak kambuh terletak pada kesadaran memilih makanan yang ramah bagi lambung.

Dr. Zaidul Akbar menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap “balas dendam” saat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan berat, berminyak, tinggi gula, serta minuman manis secara berlebihan.

Pola tersebut dinilai dapat memicu lonjakan asam lambung secara tiba-tiba.

Tak hanya saat berbuka, kebiasaan sahur pun kerap menjadi persoalan. Banyak orang melakukan sahur secara terburu-buru dengan pilihan makanan instan yang tinggi karbohidrat olahan, rendah serat, dan minim nutrisi.

“Kalau sahurnya asal kenyang, minumnya kopi atau teh manis berlebihan, lalu berbukanya balas dendam, itu yang bikin maag kambuh,” ujarnya.

Padahal, sahur memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan lambung selama menjalani puasa seharian penuh.

Asupan yang tepat saat sahur dapat membantu menahan rasa lapar sekaligus menjaga produksi asam lambung tetap terkendali.

Rekomendasi Pola Makan Ramah Lambung ala dr. Zaidul Akbar

Sebagai solusi, dr. Zaidul Akbar menyarankan, penerapan pola makan yang lebih sederhana, alami, dan tidak berlebihan.

Pihaknya menekankan, untuk penting memilih makanan yang mudah dicerna serta bersifat menenangkan lambung. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain yakni.

  • Mengawali berbuka dengan air putih atau air hangat, bukan langsung makanan berat
  • Mengonsumsi kurma secukupnya sebagai sumber energi alami
  • Menghindari gorengan, makanan pedas, asam, serta minuman bersoda
  • Memilih menu sahur yang tinggi serat dan protein alami agar lambung lebih stabil
  • Tidak makan dalam porsi besar sekaligus

Berita Terkait


News Update