Ketika jatuh tempo datang, pikiran sering langsung dipenuhi bayangan buruk. Akibatnya, keputusan diambil hanya untuk meredakan rasa takut sesaat, bukan menyelesaikan masalah.
Padahal, memaksakan bayar tanpa sumber dana jelas berpotensi memunculkan utang baru.
- Gali Lubang Tutup Lubang
Menutup tagihan SPayLater dengan pinjaman dari aplikasi lain terlihat seperti solusi cepat. Kenyataannya, ini hanya mengganti satu beban dengan beban baru yang bisa lebih mahal.
Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Paylater Bisa Membuat Kamu Miskin Perlahan
Banyak kasus berawal dari satu tunggakan lalu melebar menjadi banyak platform sekaligus.
- Terlalu Takut pada Debt Collector
Regulasi OJK menegaskan penagihan harus dilakukan secara beretika. Ancaman, kekerasan, atau penyebaran data pribadi tidak dibenarkan.
Ketakutan berlebihan sering membuat orang kembali berutang hanya demi menghentikan telepon penagihan.
- Berharap Solusi Instan
Tidak ada jalan ajaib. Tanpa menghitung pemasukan dan kebutuhan pokok, pembayaran hanya menjadi siklus stres tanpa ujung.
- Tidak Pernah Menghubungi Shopee
Ini salah satu yang paling merugikan. Padahal tersedia kemungkinan:
- perpanjangan jatuh tempo,
- restrukturisasi cicilan,
- pengurangan denda,
- penjadwalan ulang pembayaran.
Komunikasi menunjukkan itikad baik dan sering membuka peluang keringanan.
- Menghapus Aplikasi atau Ganti Nomor
Utang tidak hilang hanya karena akun ditutup. Data tetap terhubung dengan identitas kependudukan. Bahkan, putus komunikasi bisa membuat proses penagihan meningkat.
Risiko Nyata Jika Gagal Bayar
Memahami konsekuensi membantu pengguna bersikap lebih rasional.
