Pernyataan ini menegaskan arah baru pembangunan perumahan di Indonesia, dari sekadar pembangunan fisik menuju pembangunan ruang hidup yang berkelanjutan. Dengan pendekatan itu, rumah bukan lagi hanya struktur, melainkan simbol kesejahteraan dan martabat penghuninya.
Gentengisasi mungkin terdengar sederhana, bahkan seolah hanya soal mengganti material atap. Namun di baliknya tersimpan visi besar tentang bagaimana negara melihat rumah rakyat. Ia menjadi jembatan antara estetika dan kesejahteraan, antara pembangunan dan pemerataan.
Jika dijalankan dengan sinergi antara Gentengisasi, BSPS dan Program Tiga Juta Rumah, kebijakan ini dapat menjadi simbol baru pembangunan permukiman Indonesia, bukan lagi sekadar menambah jumlah unit, melainkan menumbuhkan kualitas hidup. Genteng merah yang tersusun rapi di atap rumah rakyat akan menjadi penanda perubahan bahwa keindahan dan kesejahteraan bisa tumbuh bersama, dari dasar permukiman hingga puncak genteng di langit Indonesia.
Disclaimer: Opini di atas merupakan buah pemikiran penulis. Artikel tersebut tidak mencerminkan pandangan Redaksi Poskota.
