Gentengisasi dan Program BSPS, Sinergi Baru Bangun Hunian Layak dan Asri

Sabtu 07 Feb 2026, 18:49 WIB
Ketua Tim Hubungan Media dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Ahmad Jayadi. (Sumber: Dok. Pribadi)

Ketua Tim Hubungan Media dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Ahmad Jayadi. (Sumber: Dok. Pribadi)

Integrasi antara gentengisasi dan BSPS dapat menjadi strategi cerdas. Stimulan BSPS bisa diarahkan untuk membantu masyarakat mengganti atap seng dengan genteng, terutama di wilayah yang menjadi prioritas Gerakan Indonesia ASRI. Dengan begitu, kebijakan estetika berubah menjadi kebijakan sosial yang nyata dampaknya bagi masyarakat bawah.

Dengan sinergi tiga kebijakan, yakni Program Tiga Juta Rumah, BSPS, dan gentengisasi, pemerintah memiliki kesempatan untuk menciptakan lompatan besar dalam pembangunan permukiman. Bukan sekadar memperbanyak jumlah rumah, tetapi memperindah wajah lingkungan dan memperkuat kohesi sosial di dalamnya.

“Kami akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek industri genteng di berbagai daerah, memastikan pasokan dan harga, serta kesiapan UMKM lokal,” ujar Menteri PKP, Maruarar Sirait alias Ara.

Dampak Ekonomi, Hidupkan UMKM Genteng

Ara meyakini, gerakan ini bisa menjadi katalis bagi kebangkitan industri genteng rakyat. Daerah-daerah seperti Jatiwangi di Jawa Barat, Klaten di Jawa Tengah, dan Kediri di Jawa Timur selama ini dikenal sebagai sentra produksi genteng tanah liat, tetapi banyak pengrajinnya yang lesu karena kalah bersaing dengan material pabrikan modern.

“Kalau ini dijalankan dengan benar, bisa menciptakan lapangan kerja baru dan menghidupkan kembali UMKM,” ucapnya.

Baca Juga: Tindak Lanjuti Imbauan Prabowo, Polda Metro Bersih-Bersih Pulau Tidung Kecil

Optimisme ini bukan tanpa dasar. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa industri genteng skala kecil tersebar di lebih dari 120 kabupaten di Indonesia.

Kebijakan gentengisasi bisa menciptakan permintaan baru yang besar, sehingga rantai pasok dari perajin, pengangkut, hingga pedagang lokal ikut bergerak. Efeknya bisa berlipat, yakni ekonomi desa tumbuh, tenaga kerja terserap, dan sirkulasi bahan bangunan lebih merata.

Namun, Menteri Maruarar juga menyadari tantangan di lapangan. Tidak semua daerah memiliki kemampuan produksi genteng dalam jumlah besar. Beberapa wilayah di Indonesia Timur, misalnya, bergantung pada bahan bangunan impor antarprovinsi. Karena itu, pendekatan kebijakan gentengisasi harus adaptif, mempertimbangkan ketersediaan bahan baku dan daya beli masyarakat setempat.

Penataan Kawasan Asri dari Atap ke Lingkungan

Namun, menata kawasan asri tidak berhenti di atap rumah. Genteng hanyalah simbol dari perubahan yang lebih besar. Penataan kawasan berarti membangun drainase yang baik, jalur pedestrian yang aman, ruang terbuka hijau, serta akses terhadap fasilitas umum seperti air bersih dan sanitasi. Lingkungan yang sehat adalah ekosistem yang saling terhubung, bukan kumpulan rumah yang seragam.

Baca Juga: Arahan Presiden Prabowo soal Sampah hingga Ketertiban Visual Kota, Pramono: Pasti Saya Jalankan 

Prabowo menekankan, Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Ia ingin agar penataan kawasan menjadi budaya baru, bukan proyek sementara.


Berita Terkait


News Update