POSKOTA.CO.ID - Gagal bayar atau keterlambatan pembayaran di layanan kredit digital seperti Shopee PayLater dan SPinjam menjadi persoalan yang kian sering dialami masyarakat.
Di tengah tekanan ekonomi, kenaikan kebutuhan hidup, serta kemudahan akses pinjaman digital, tak sedikit pengguna yang akhirnya terjebak dalam situasi galbay tanpa persiapan matang.
Namun, persoalan galbay Shopee PayLater dan SPinjam tidak hanya berhenti pada ketidakmampuan membayar cicilan.
Cara pengguna Shopee PayLater dan SPinjam merespons kondisi tersebut justru sering kali memperparah keadaan.
Alih-alih mencari solusi yang rasional dan berjangka panjang, banyak debitur melakukan langkah-langkah emosional yang berujung pada risiko finansial yang lebih besar.
Berikut ini sejumlah kesalahan fatal yang kerap dilakukan saat gagal bayar Shopee PayLater dan SPinjam, yang patut dihindari agar masalah tidak semakin rumit.
Baca Juga: Link Video Viral Cukur Kumis Bikin Heboh, Benarkah Ada Versi Full hingga Puluhan Menit? Ini Faktanya
Kesalahan Fatal Saat Galbay Shopee PayLater dan SPinjam
Berdasarkan informasi yang dihimpun Poskota dari kanal YouTube Solusi Keuangan, pada Kamis, 5 Februari 2026, berikut beberapa kesalahan fatal saat galbay Shopee PayLater dan SPinjam.
1. Panik Berlebihan Saat Menyadari Tidak Mampu Membayar
Kesalahan pertama yang paling umum terjadi adalah kepanikan berlebihan.
Ketika notifikasi tagihan muncul sementara dana belum tersedia, banyak pengguna langsung dilanda stres, cemas, dan kebingungan.
Dalam kondisi tersebut, pikiran cenderung tidak jernih. Fokus bukan lagi pada kondisi keuangan yang realistis, melainkan pada ketakutan terhadap penagihan, ancaman denda, hingga bayangan terburuk seperti penagih lapangan atau penyebaran data pribadi.
Padahal, kepanikan justru membuat pengambilan keputusan menjadi tidak rasional.
Saat kondisi keuangan belum memungkinkan, memaksakan diri untuk segera membayar tanpa sumber dana yang jelas hanya akan membuka masalah baru.
2. Gali Lubang Tutup Lubang
Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan dan sekaligus paling berbahaya, yakni mencari dana talangan dengan cara berutang kembali.
Banyak pengguna yang merasa harus “menyelesaikan” satu tagihan secepat mungkin, meskipun caranya adalah dengan mengambil pinjaman lain, baik dari aplikasi pinjol lain, PayLater berbeda, kartu kredit, maupun pinjaman pribadi.
Langkah ini kerap dianggap sebagai solusi instan. Namun secara jangka panjang, gali lubang tutup lubang justru menjadi bom waktu.
Utang lama memang tertutup, tetapi utang baru muncul dengan tenor, bunga, dan risiko penagihan yang berbeda.
Tak sedikit kasus di mana seseorang awalnya hanya galbay di satu aplikasi, lalu dalam waktu singkat gagal bayar di lima hingga tujuh aplikasi pinjaman sekaligus. Situasi ini jelas jauh lebih sulit dikendalikan.
3. Takut terhadap Ancaman Penagihan dan Sebar Data
Kesalahan berikutnya adalah ketakutan berlebihan terhadap ancaman penagihan, termasuk isu penyebaran data pribadi.
Nama besar Shopee sering kali membuat pengguna langsung merasa terintimidasi ketika menerima pesan atau panggilan penagihan.
Perlu dipahami bahwa layanan pinjaman resmi memiliki aturan yang mengikat.
Proses penagihan diatur oleh regulasi dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ancaman yang melampaui batas hukum justru dapat dilaporkan.
Ketakutan yang tidak proporsional hanya akan memperparah tekanan psikologis dan mendorong pengguna mengambil keputusan yang keliru, seperti kembali berutang demi “menghentikan” penagihan.
Baca Juga: Isi Surat Anak SD Bunuh Diri di NTT Apa? Ini Terjemahan dan Fakta Tabir Masalah yang Dihadapi Korban
4. Tidak Mengontrol Ekspektasi Finansial Pribadi
Kesalahan lain yang sering luput disadari adalah tidak mengontrol ekspektasi terhadap kemampuan keuangan sendiri.
Banyak pengguna sadar bahwa mereka belum memiliki dana, tetapi tetap memaksakan diri untuk mencari cara agar bisa membayar seolah-olah solusi instan selalu tersedia.
Padahal, langkah yang lebih bijak adalah mengevaluasi kondisi keuangan secara jujur.
Diantaranya, mulai dari mana pemasukan akan datang, berapa kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, dan kapan realistisnya utang bisa dibayar.
Tanpa perhitungan yang jelas, setiap upaya pembayaran hanya akan menjadi siklus stres yang berulang.
Gagal bayar Shopee PayLater dan SPinjam memang bukan situasi yang menyenangkan.
Namun, kesalahan dalam merespons galbay saat galbay justru bisa membawa dampak yang jauh lebih buruk daripada tunggakan itu sendiri.
