Padahal, kepanikan justru membuat pengambilan keputusan menjadi tidak rasional.
Saat kondisi keuangan belum memungkinkan, memaksakan diri untuk segera membayar tanpa sumber dana yang jelas hanya akan membuka masalah baru.
2. Gali Lubang Tutup Lubang
Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan dan sekaligus paling berbahaya, yakni mencari dana talangan dengan cara berutang kembali.
Banyak pengguna yang merasa harus “menyelesaikan” satu tagihan secepat mungkin, meskipun caranya adalah dengan mengambil pinjaman lain, baik dari aplikasi pinjol lain, PayLater berbeda, kartu kredit, maupun pinjaman pribadi.
Langkah ini kerap dianggap sebagai solusi instan. Namun secara jangka panjang, gali lubang tutup lubang justru menjadi bom waktu.
Utang lama memang tertutup, tetapi utang baru muncul dengan tenor, bunga, dan risiko penagihan yang berbeda.
Tak sedikit kasus di mana seseorang awalnya hanya galbay di satu aplikasi, lalu dalam waktu singkat gagal bayar di lima hingga tujuh aplikasi pinjaman sekaligus. Situasi ini jelas jauh lebih sulit dikendalikan.
3. Takut terhadap Ancaman Penagihan dan Sebar Data
Kesalahan berikutnya adalah ketakutan berlebihan terhadap ancaman penagihan, termasuk isu penyebaran data pribadi.
Nama besar Shopee sering kali membuat pengguna langsung merasa terintimidasi ketika menerima pesan atau panggilan penagihan.
Perlu dipahami bahwa layanan pinjaman resmi memiliki aturan yang mengikat.
Proses penagihan diatur oleh regulasi dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ancaman yang melampaui batas hukum justru dapat dilaporkan.
Ketakutan yang tidak proporsional hanya akan memperparah tekanan psikologis dan mendorong pengguna mengambil keputusan yang keliru, seperti kembali berutang demi “menghentikan” penagihan.
