POSKOTA.CO.ID - Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengusut secara menyeluruh kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melansir Poskota.co.id pada Rabu, 4 Februari 2026. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai peristiwa tersebut mencerminkan persoalan perlindungan anak yang masih memerlukan penanganan menyeluruh.
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mengungkapkan bahwa angka anak yang mengakhiri hidup di Indonesia tergolong tinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Korban diketahui berinisial YBS (10). Tragedi tersebut diduga dipicu oleh tekanan ekonomi keluarga setelah permintaan korban untuk dibelikan buku tulis dan alat tulis sekolah tidak dapat dipenuhi.
Baca Juga: Viral! Video Anies Ajak Foto Bareng Intel yang Diduga Anggota Kodim IV/Diponegoro, Cek Faktanya
Kematian Siswa SD, Komisi X: Alarm Keras

Habib Syarief menilai peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan nasional. Menurutnya, masih ada anak-anak Indonesia yang belum memperoleh kebutuhan belajar paling mendasar.
“Kasus ini menjadi alarm keras, masih ada anak-anak kita yang tidak mendapatkan kebutuhan belajar paling mendasar. Ini tidak boleh dibiarkan, negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar pendidikan terpenuhi tanpa kecuali,” kata Habib Syarief dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Politikus PKB tersebut menegaskan bahwa kejadian ini mencerminkan masih lebarnya kesenjangan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, meski anggaran pendidikan dalam APBN tergolong besar.
“Karena sepengetahuan kami anggaran pendidikan dari APBN itu besar. Harusnya kebutuhan dasar pendidikan dasar pendidikan seperti buku dan alat tulis bisa terpenuhi,” ucap Habib Syarief.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Jadwalkan Pemanggilan Pandji Pragiwaksono Terkait Materi Stand Up Mens Rea
DPR Nilai Kasus Ini Cerminkan Kesenjangan Pendidikan Anak Miskin
Habib Syarief juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk memastikan tidak adanya kelalaian sistemik dalam penyaluran bantuan pendidikan, khususnya di daerah terpencil.
