Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Rabu 04 Feb 2026, 17:51 WIB
Potret Akbar pedagang cabai di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Potret Akbar pedagang cabai di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harga cabai di Pasar Senen, Jakarta Pusat, mulai merangkak naik menjelang Imlek dan Ramadan. Kenaikan paling terasa terjadi pada jenis cabai rawit merah yang kini menembus Rp90 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp75 ribu.

Pedagang menyebut perubahan harga ini terjadi sangat cepat dan sangat dipengaruhi kondisi pasokan serta hasil panen di daerah.

Akbar, 25 tahun, pedagang cabai di Pasar Senen, mengatakan lonjakan harga bahkan terjadi mendadak dalam satu hari terakhir. Ia menyebut kondisi tersebut bukan sekadar kenaikan bertahap, melainkan langsung terjadi pergantian harga mengikuti harga dari pemasok.

“Ini ganti harga, bukan naik lagi. Kemarin Rp75 ribu, sekarang Rp90 ribu per kilo,” ujar Akbar saat ditemui Poskota, Rabu, 4 Februari 2026.

Baca Juga: Link Epstein File PDF Rilis ke Publik, Dokumen dan Foto Ungkap Jaringan Kejahatan Seksual Anak hingga Seret Nama Indonesia

Menurutnya, harga Rp90 ribu per kilogram saat ini berlaku untuk cabai rawit merah. Sementara cabai rawit hijau turut mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. 

Ia memperkirakan harga cabai rawit merah masih berpotensi naik lagi mendekati bulan Suci Ramadan.

“Jika pasokan seret, harga bisa menyentuh Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram,” kata Akbar.

Meski begitu, ia menegaskan lonjakan harga tidak selalu terjadi setiap tahun, karena sangat bergantung pada kelancaran distribusi dan kondisi panen.

Baca Juga: Anak dan Istri Arief Hidayat Siapa? Intip Profil Keluarga Ketua MK yang Resmi Pensiun

Akbar pun menyebutkan kenaikan terjadi untuk jenis cabai keriting yang saat ini dijual sekira Rp45 ribu. Sementara untuk cabai besar berpotensi naik hingga Rp70 ribu per kilogram saat mendekati lebaran, apabila pasokan tidak terganggu.

“Kalau pasokan normal, kadang enggak sampai setinggi itu,” katanya.

Faktor Pengaruh Harga Cabai Naik

Akbar menjelaskan, faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga cabai adalah kondisi panen di daerah sentra produksi.

Curah hujan tinggi membuat proses panen terhambat dan kualitas hasil menurun sehingga pasokan berkurang.

Baca Juga: 2 Cara Melihat Tag di GetContact Tanpa Premium, Mudah dan Gratis!

“Biasanya karena panen jelek, hujan, jadi susah panen. Faktornya di situ,” ucapnya.

Ia juga menyebut perubahan harga bisa berlangsung sangat cepat. Harga yang naik hari ini tidak menutup kemungkinan bisa kembali turun dalam waktu singkat bila pasokan kembali lancar.

“Baru hari ini naik. Besok juga bisa turun lagi, enggak tentu,” katanya.

Terkait respons pembeli, Akbar mengakui keluhan hampir selalu muncul setiap kali harga cabai naik.

Kondisi ini paling dirasakan pembeli eceran dan pelaku usaha kecil yang membeli dalam jumlah terbatas.

“Pasti ada yang mengeluh. Mahal, susah ngecer,” pungkasnya. (cr-4). 


Berita Terkait


News Update