POSKOTA.CO.ID - Epstein File yang dibuka akses ke publik oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan jutaan dokumen terkait kasus kejahatan seksual yang menggemparkan dunia.
Arsip raksasa dari Jeffrey Epstein yang dirilis pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari kebijakan transparasi pemerintah AS terhadap kasus-kasus besar yang memiliki dampak internasional.
Jeffrey Epstein sendiri meninggal dunia pada 2019 saat proses hukum masih berlangsung. Meski demikian, penyelidikan atas jaringan, relasi, dan aktivitasnya terus berlanjut hingga menghasilkan pembukaan dokumen terbesar dalam sejarah kasus ini.
Dalam jutaan arsip tersebut, sejumlah nama dari berbagai negara ikut tercantum, termasuk beberapa tokoh asal Indonesia. Namun, penyebutan nama-nama tersebut tidak berdiri dalam satu konteks yang sama dan tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana.
Baca Juga: Terungkap, Ini Isi Dokumen Jeffrey Epstein Files yang Memuat Nama Sri Mulyani
Nama Indonesia Muncul, Tidak Selalu Terkait Kejahatan
Penelusuran terhadap dokumen Epstein Files juga menemukan ratusan arsip yang menyinggung Indonesia atau individu asal Tanah Air. Namun hingga kini, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung tokoh Indonesia dalam tindak kriminal yang dilakukan Epstein.
Sebagian besar dokumen yang memuat nama Indonesia berupa laporan analisis, arsip institusional, atau catatan bisnis yang kebetulan masuk dalam penyitaan saat proses penyelidikan berlangsung.
Hary Tanoesoedibjo Tercantum dalam Dokumen FBI
Nama pengusaha Hary Tanoesoedibjo muncul dalam dokumen FBI berstatus tidak rahasia yang memuat laporan confidential human sources pada Oktober 2020. Arsip tersebut membahas pengembangan proyek properti bermerek Trump, termasuk rencana pembangunan Trump Residences Indonesia di Bogor dan Bali.
Dokumen itu juga menyinggung transaksi bisnis properti di Amerika Serikat serta kerja sama pengembangan proyek internasional. Penyebutan tersebut berkaitan dengan penyelidikan pengaruh asing dalam politik AS dan hanya memiliki keterkaitan tidak langsung dengan jaringan Epstein.
Nama Eka Tjipta Widjaja dalam Catatan Transaksi Properti
Pendiri Grup Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, tercantum dalam arsip yang membahas transaksi properti Donald Trump pada 2009. Dokumen tersebut menyinggung pembelian properti melalui entitas luar negeri yang dikaitkan dengan keluarga Widjaja.
Penyebutan ini murni berkaitan dengan catatan transaksi bisnis dan tidak menunjukkan adanya hubungan personal maupun komunikasi dengan Jeffrey Epstein.
