Fakta Terkuaknya Epstein Files: Mengapa Nama Tokoh Indonesia Bisa Tercantum?

Rabu 04 Feb 2026, 15:15 WIB
Epstein Files 2026 membuka jutaan halaman dokumen kasus Jeffrey Epstein. (Sumber: X/@RedPandaKoala)

Epstein Files 2026 membuka jutaan halaman dokumen kasus Jeffrey Epstein. (Sumber: X/@RedPandaKoala)

Baca Juga: Ramai Soal Epstein Files: Benarkah Ada Simulasi Pandemi? Warganet Pertanyakan Ucapan Dharma Pongrekun

Jokowi dan Sri Mulyani Muncul dalam Arsip Institusional

Nama Presiden Joko Widodo tercatat dalam beberapa dokumen berupa kliping pemberitaan dan laporan situasi politik Indonesia. Penyebutan tersebut bersifat informatif dan tidak berkaitan dengan relasi atau komunikasi dengan Epstein.

Sementara itu, Sri Mulyani Indrawati muncul dalam arsip internal World Bank Group tahun 2014 saat menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer. Dokumen tersebut membahas peluncuran President’s Delivery Unit yang berfokus pada pemantauan efektivitas program pembangunan, tanpa kaitan apa pun dengan Epstein.

Soeharto Disebut dalam Usulan Proyek Penulisan Buku

Nama Presiden ke-2 RI, Soeharto, muncul secara tidak langsung dalam dokumen yang berisi usulan penulisan buku mengenai dirinya. Proposal tersebut diajukan kepada Epstein sebagai bagian dari diskusi proyek penerbitan.

Isi dokumen hanya memuat gagasan penulisan dan tidak menunjukkan adanya hubungan personal maupun kerja sama langsung antara Soeharto dan Epstein.

Kafrawi Yuliantono dan Konteks Profesional

Nama Kafrawi Yuliantono tercantum sebagai profesional di bidang perhotelan yang pernah berupaya menjalin kerja sama bisnis dengan Epstein setelah pertemuan di Bali.

Arsip yang memuat namanya didominasi dokumen administratif seperti curriculum vitae, arsip visa, serta berkas lamaran kerja. Konteks tersebut menunjukkan hubungan profesional, bukan keterlibatan dalam aktivitas kriminal.

Baca Juga: Kafrawi Yuliantono Siapa? WNI yang Namanya Muncul dalam Epstein Files, Ini Profil dan Fakta Lengkapnya

Epstein Files Berisi Apa Saja?

Epstein Files merupakan kumpulan dokumen penyelidikan terkait dugaan kekerasan dan perdagangan seksual yang dilakukan Jeffrey Epstein bersama Ghislaine Maxwell. Meski sebagian arsip sudah dirilis sejak 2024, pembukaan terbaru pada 30 Januari 2026 menjadi yang paling lengkap.

Dokumen tersebut mencakup log perjalanan, catatan pembayaran, buku alamat, surel, log SMS, catatan panggilan telepon, laporan FBI, kontrak kerja, hingga transkrip kesaksian korban dan saksi di persidangan.

Dalam jutaan arsip itu, banyak nama muncul dengan latar belakang berbeda. Sebagian memang diduga memiliki keterkaitan erat dengan Epstein, namun tak sedikit pula yang tercantum sebagai korban, saksi, atau pihak yang hanya disebut dalam konteks pemberitaan dan analisis ekonomi.

Nama-nama tokoh Indonesia seperti Joko Widodo, Sri Mulyani, hingga Prabowo Subianto juga tercantum dalam sebagian kecil dokumen, misalnya dalam analisis lembaga keuangan internasional terkait kondisi ekonomi dan politik Indonesia pada Pemilu 2014, tanpa hubungan dengan kejahatan Epstein.


Berita Terkait


News Update