Ia turut menekankan pentingnya peran media dalam menarasikan zakat sebagai solusi pembangunan. Menurutnya, Baznas perlu dipahami sebagai institusi pembangunan sosial-ekonomi yang bekerja secara sistematis dan terukur.
“Kepercayaan publik lahir dari narasi yang kuat dan konsisten. Program-program BAZNAS yang menyasar kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi, hingga mendorong mustahik naik kelas harus terus dikomunikasikan secara luas,” ucapnya.
Kemudian, Andi menyampaikan, media dan lembaga filantropi memiliki kesamaan peran, yakni membangun dan menjaga kepercayaan publik. Ia menilai zakat merupakan potensi sosial besar yang dapat menjadi sistem distribusi keadilan, instrumen penguatan ekonomi umat, sekaligus pilar ketahanan sosial.
Baca Juga: Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra Rp459 Juta
“Media tidak cukup hanya meliput, tetapi juga perlu bertransformasi menjadi penggerak kesadaran publik. Zakat harus diposisikan sebagai solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi,” tuturnya.
Melalui forum ini, Baznas dan insan media sepakat memperkuat kolaborasi dalam membangun narasi zakat yang berdampak, inklusif, dan relevan dengan tantangan pembangunan nasional demi mewujudkan Indonesia berkeadilan.
