Setahun Uji Coba Operasi RDF Rorotan, Keluhan Bau dari Warga Terus Muncul

Minggu 01 Feb 2026, 18:06 WIB
RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. (Sumber: DLH DKI Jakarta)

RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. (Sumber: DLH DKI Jakarta)

“Dua hari setelah itu mata saya perih, merah. Terus pusing, mual, kulit gatal, iritasi. Yang paling parah di mata, mungkin kena partikel di udara,” katanya.

Untuk penanganan, Hamas menyebut dirinya berobat secara mandiri dengan membeli obat tetes mata dan salep di apotek menggunakan biaya pribadi.

"Paling beli tetes mata sama salep," kata Hamas. 

Ia mengatakan, gangguan bau sudah dirasakan sejak awal 2025 saat RDF mulai beroperasi uji coba, dan menurutnya belum ada perubahan berarti hingga sekarang. Bahkan setelah pernyataan Gubernur Jakarta yang meminta penghentian sementara operasional, Hamas mengklaim bau masih tercium di wilayahnya.

“Setelah pernyataan gubernur yang bilang stop sementara, pagi sampai sore bahkan malam kami masih mencium bau. Pagi tadi juga masih ada,” ucapnya.

Hamas juga mengatakan dirinya bersama warga lain beberapa kali mendatangi langsung lokasi RDF saat bau menyengat muncul. Dari pengamatannya, masih terlihat truk sampah keluar-masuk area fasilitas, meski petugas di lokasi disebut menyatakan tidak ada operasional.

“Waktu kami datang, dibilang tidak ada operasi. Tapi kami lihat sendiri masih ada truk sampah yang mau masuk. Itu yang bikin warga bingung,” ungkap dia.

Ia berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada fasilitas pengolahan di dalam RDF, tetapi juga pada sistem pendukung seperti armada pengangkut sampah. Menurutnya, jika sumber bau diklaim berasal dari air lindi yang menetes dari truk, maka pembenahan armada harus benar-benar dilakukan.

“Kalau memang katanya dari air lindi yang cecer, ya truknya diperbaiki, sistemnya diperbaiki. Tapi menurut kami bukan cuma itu, seluruh proses harus dievaluasi. Dan keputusan penghentian sementara harus benar-benar dijalankan,” ujarnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update