Soal Bau di RDF Rorotan, Pramono: Masalahnya Transportasi untuk Angkut Sampah

Minggu 01 Feb 2026, 16:17 WIB
RDF Plant Rorotan. (Sumber: beritajakarta.id)

RDF Plant Rorotan. (Sumber: beritajakarta.id)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan persoalan utama yang memicu keluhan warga terkait operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan bukan terletak pada proses pengolahan di dalam pabrik.

Menurutnya pemicu bau tidak sedap dari RDF Rorotan tersebut akibat masalah sistem pengangkutan sampah menuju lokasi tersebut. 

Pramono menyebut, kebocoran air lindi dari armada pengangkut menjadi sumber bau yang memicu protes dari masyarakat.

"Jadi yang untuk RDF Rorotan memang problem utamanya adalah angkutan. Jadi sekarang ini begitu angkutan dilakukan, ada air lindinya jatuh, netes-netes, inilah yang kemudian menyebabkan protes masyarakat," ujar Pramono, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga: Berantas Peredaran Obat Keras di Kampung Kavling Cikarang Utara, Polisi Sita Tramadol dan Hexymer

Pramono menjelaskan, pembangunan RDF Rorotan bukan dilakukan pada masa kepemimpinannya dan menelan biaya yang cukup besar. 

Maka dari itu, penutupan total fasilitas tersebut bukan menjadi langkah yang baik dan berpotensi menimbulkan persoalan baru. 

"Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi, enggak mungkin," ucapnya. 

Pramono mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi yang diterimanya, proses commissioning atau uji operasi RDF Rorotan telah dilakukan berulang kali secara bertahap dengan kapasitas mulai dari ratusan ton per hari.

Baca Juga: Proyek Underpass Citayam Ditargetkan 2027, Pemkot Depok Siapkan Rp80 Miliar

Ia menilai pelaksanaan uji operasi tersebut relatif tidak menimbulkan persoalan besar, khususnya pada aspek fasilitas pengolahan.


Berita Terkait


News Update