4 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ditangkap, Aktor Intelektual Disebut Segera Terungkap

Rabu 18 Mar 2026, 23:59 WIB
Diskusi Komrad Pancasila tentang pengusutan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Diskusi Komrad Pancasila tentang pengusutan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Aktivis 98 yang juga akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubeidilah Badrun menyebut empat prajurit TNI yang terlibat penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi gerbang utama guna mengungkap aktor intelektual tersebut.

"Karena masa pelakunya udah ketahuan empat, masa sampai tidak tahu aktor intelektualnya. Masa gagal kemudian membongkar motifnya. Kan gitu. Jadi sebetulnya dari dari dari empat orang ini, itu pintu yang sangat penting untuk membongkar motifnya dan sekaligus aktor intelektualnya siapa," kata Ubeidillah, Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam diskusi yang berlangsung cair itu, Ubeidilah menduga ada keterlibatan istana dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

"Karena enggak mungkin tentara itu berani sampai melakukan upaya pembunuhan itu dalam tanda petik ya, kalau tanpa ada dukungan istana. Dalam tanda petik ya. Artinya ada oknum istana yang diduga kuat dugaan saya terlibat di dalam proses itu," ucapnya.

Baca Juga: Jenguk Aktivis KontraS Andrie Yunus di RSCM, Anies Beri Surat Dukungan

"Jadi tidak cukup hanya menyebutkan empat, empat pelaku atau eksekutor di dalam proses penyiraman air keras itu. Tapi perlu dibongkar aktor intelektual di balik itu," tambahnya.

Dalam kasus ini, Ubeidilah mendorong agar dibentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS itu. Dalam hal ini agar aktor intelektualnya terungkap.

"Dari semua ini menurut saya, ini kan artinya juga demokrasi terancam. Siapa yang terancam? Masa depan republik ini. Ini ini analisis saya," tuturnya.

Terpisah, Koordinator Komrad Pancasila, Antony Yudha berharap agar DPR RI bisa bertindak dalam kasus ini. Apalagi, kasus penyiraman air keras ini melibatkan institusi negara.

Baca Juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menteri HAM Natalius Pigai Tegaskan Siap Kawal Kasus

"DPR harus bisa menengahi supaya proses ini cepat. Entah itu dibentuk Pansus atau apa," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update