Diduga Masalah Utang, Sopir Truk Nekat Gantung Diri di Rest Area Tol Tangerang Merak

Minggu 01 Feb 2026, 17:06 WIB
Sopir truk nekat gantung diri di rest area, diduga karena masalah utang. (Sumber: Istimewa)

Sopir truk nekat gantung diri di rest area, diduga karena masalah utang. (Sumber: Istimewa)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Seorang sopir truk ditemukan tewas gantung diri di Rest Area Bogeg Kilometer 68 arah Merak, Kota Serang pada Minggu, 1 Februari 2026.

Korban berinisial AR, 26 tahun, warga Kecamatan Kepahiang, Provinsi Bengkulu ditemukan sudah tak bernyawa tergantung dengan leher terlilit tali tambang pada besi di sisi kiri bak truk.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan rest area yang sedang melakukan patroli. Terkait penyebab korban nekat melakukan gantung diri kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian Polresta Serang Kota.

Kapolsek Cipocok Jaya, AKP Juwandi mengatakan, berdasarkan keterangan kernet bernama Reza, korban diduga bunuh diri karena terjerat hutang.

Baca Juga: Soal Bau di RDF Rorotan, Pramono: Masalahnya Transportasi untuk Angkut Sampah

"Dari keterangan kernet, korban kerap mengeluhkan masalah utang dan beberapa kali mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri hidup," ujar Juwandi kepada wartawan.

Diketahui, korban merupakan sopir truk bermuatan besi yang berangkat dari Jakarta menuju Bengkulu.

Setiba di rest area tol Tangerang Merak sekitar pukul 01.30 WIB, sopir bersama kernet memutuskan untuk beristirahat di dalam truk sebelum melanjutkan perjalanan.

Namun pada pagi harinya, petugas keamanan rest area membangunkan kernet sambil memberitahukan kondisi jasad korban.

Baca Juga: Hujan Deras di Penjaringan, Jalan Muara Baru hingga Pemukiman Warga Tergenang Banjir

"Sekitar pukul 07.00, petugas keamanan rest area membangunkan lalu memberitahukan Reza yang saat itu masih tertidur di dalam truk bahwa ada yang gantung diri di samping truk," ungkap Juwandi.

Lebih lanjut, Juwandi menjelaskan, pihaknya menerima laporan pertama kali dari pengelola parkir rest area.

Setelah itu, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk mengevakuasi jasad korban.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan mengatakan bahwa dari hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Baca Juga: Pegawai Ritel di Pasar Minggu Dianiaya Sekelompok Orang, Polisi Tunggu Laporan Korban

Alfano menjelaskan pihaknya masih mendalami motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut.

“Hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan. Untuk penyebab kematian dan motif belum dapat disimpulkan masih proses pendalaman,” ucapnya. (rah)


Berita Terkait


News Update