Rachmat Pambudy Siapa dan Lulusan Mana? Ini Profil dan Latar Pendidikan Kepala Bappenas yang Sebut MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja

Jumat 30 Jan 2026, 08:04 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang menyebut MBG lebih mendesak dari lapangan kerja. (Sumber: Instagram/@rachatpambudy)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang menyebut MBG lebih mendesak dari lapangan kerja. (Sumber: Instagram/@rachatpambudy)

Rachmat menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tinggi di IPB, mulai dari Fakultas Peternakan hingga meraih gelar Doktor Penyuluhan Pembangunan pada 1999.

Konsistensinya di dunia akademik mengantarkannya meraih gelar Guru Besar bidang Kewirausahaan pada 2022.

Karier Rachmat Pambudy tak hanya berputar di ruang kelas dan dunia penelitian. Sejak awal, ia dikenal aktif mengembangkan kajian agribisnis, komunikasi pembangunan, serta pemberdayaan petani.

Pada 1988, ia mendirikan Unit for Socio and Economic Study and Evaluation (USESE) Foundation, sebuah lembaga yang bergerak di bidang riset dan advokasi pertanian berkelanjutan.

Lembaga tersebut menjadi salah satu wadah pemikiran Rachmat dalam mendorong kebijakan pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Identitas Sosok Wanita yang Diduga Jadi Pemantik Hoaks Es Gabus Spons di Kemayoran Terkuak dan Terancam Somasi

Pengalaman birokrasi Rachmat dimulai ketika ia dipercaya mengemban jabatan di Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2004, di bawah kepemimpinan Menteri Bungaran Saragih.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum BULOG pada periode 2003–2007.

Posisi tersebut memperkuat pemahamannya terhadap tata kelola pangan nasional dan distribusi logistik strategis negara.

Di luar pemerintahan, Rachmat Pambudy dikenal lama aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Bersama Prabowo Subianto, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Sekretaris Jenderal hingga Wakil Ketua Dewan Pembina.

Kemudian, pada 2016, dia juga mendirikan Komite Pemantau dan Pengawasan Pertanian Indonesia sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas kebijakan pertanian.


Berita Terkait


News Update