BOGOR SELATAN, POSKOTA.CO.ID - Longsor akibat ambruknya tembok penahan tanah (TPT) di Bogor Selatan mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia pada Kamis malam, 29 Januari 2026.
Diketahui, korban berinisial AM, 60 tahun merupakan salah satu warga yang tertimbun longsoran tanah sepanjang 4 meter.
Diberitakan sebelumnya, korban merupakan pemilik rumah dekat lokasi ambruknya TPT tersebut sempat dievakuasi ke rumah sakit.
Namun karena kondisinya yang buruk, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Lansia Tewas Tertimbun Longsor TPT di Bogor, Keluarga Ceritakan Proses Evakuasi Korban
Di sisi lain, pihak keluarga, Desmiati, 47 tahun yang merupakan keponakan korban menceritakan sosok korban adalah orang baik dan tak pernaah ketinggalan ibadah lima waktu.
“Baik dia sosoknya, rajin sholat, sebelum meninggal (tertimbun) dia juga menyelesaikan sholat magribnya dulu,” kata Desmiati kepada Poskota saat ditemui di rumahnya, Jumat 30 Januari 2026.
Diketahui, sehari-hari korban berprofesi sebagai pedagang mie gaul dan jajanan anak lainnya. Ia menjajakan dagangan tepat di warung kecil depan TPT yang ambruk.
Diceritakan Desmiati, korban setiap hari Kamis kerap menyiapkan masakan untuk konsumsi pengajuan mingguan.
Baca Juga: Kali Angke dan Pesanggrahan Tak Lagi Meluap, Banjir di Wilayah Kembangan Dipastikan Surut
Pada saat kejadian ambruknya TPT, AM tengah keluar rumah untuk pergi ke warung mempersiapkan bahan yang bakal disuguhkan di kegiatan pengajuan keluarga.
“Dia itu selalu bikin konsumsi, hari itu dia bikin ketupat sayur. (Ketupatnya) sebagian tertimbun, sebagian saya bawa ke masjid,” ucapnya.
