Rahmadi juga menegaskan bahwa dalam sistem KHGT, terlihat atau tidaknya hilal di Indonesia tidak menjadi faktor penentu.
Data menunjukkan hilal di Indonesia, Makkah, dan Turki masih berada di bawah ufuk saat itu.
Namun karena KHGT menganut prinsip kesatuan matla’, terpenuhinya parameter di satu wilayah dunia berlaku secara global.
“Jika masih menggunakan wujudul hilal lokal, Indonesia memang akan memulai Ramadan pada 19 Februari. Tetapi dengan KHGT, keterpenuhan parameter di Alaska ditransfer secara global,” jelasnya.
Berdasarkan seluruh rangkaian perhitungan tersebut, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
