Pakai Paylater? Ini Cara Melindungi Data Pribadi agar Tidak Jadi Sasaran Penipuan

Rabu 28 Jan 2026, 17:45 WIB
Ilustrasi - Selain kemudahan paylater, ada ancaman kebocoran data dan penipuan digital. Ini langkah aman melindungi data pribadi dan cara menggunakan paylater secara bijak. (Sumber: Poskota/AI Generated)

Ilustrasi - Selain kemudahan paylater, ada ancaman kebocoran data dan penipuan digital. Ini langkah aman melindungi data pribadi dan cara menggunakan paylater secara bijak. (Sumber: Poskota/AI Generated)

POSKOTA.CO.ID - Penggunaan layanan paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) semakin menjamur di Indonesia. Fitur ini menawarkan kemudahan bertransaksi tanpa perlu membayar di awal, sehingga banyak dimanfaatkan untuk belanja online hingga kebutuhan mendesak.

Namun, di balik kepraktisannya, paylater juga menyimpan risiko serius, terutama terkait keamanan data pribadi pengguna.

Sejumlah kasus penipuan digital hingga kebocoran data menunjukkan bahwa informasi sensitif seperti identitas, nomor ponsel, dan data keuangan rentan disalahgunakan jika pengguna tidak waspada.

Oleh karena itu, memahami langkah-langkah perlindungan data menjadi hal penting bagi siapa pun yang aktif menggunakan layanan paylater.

Baca Juga: Apakah Bisa Pinjam Uang di TikTok Paylater? Ini Penjelasan Lengkap tentang Cara dan Risikonya

Risiko Kebocoran Data dalam Penggunaan Paylater

Saat mendaftar paylater, pengguna biasanya diminta mengunggah berbagai data pribadi. Data inilah yang kemudian menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber. Jika jatuh ke tangan yang salah, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk penipuan, pembobolan akun, hingga penagihan ilegal.

Ancaman ini bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga memanfaatkan kelengahan pengguna yang kurang teliti dalam menjaga keamanan data.

Waspadai Modus Penipuan dan Phishing Paylater

Phishing masih menjadi metode paling sering digunakan dalam penipuan paylater. Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi, mulai dari customer service, mitra e-commerce, hingga lembaga keuangan.

Beberapa modus phishing yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Tautan palsu yang menyerupai situs atau aplikasi paylater resmi
  • Pesan berisi ancaman akun akan diblokir atau limit diturunkan
  • Iming-iming hadiah, cashback besar, atau kenaikan limit mendadak

Modus-modus tersebut dirancang untuk memancing pengguna agar memberikan data sensitif tanpa berpikir panjang.

Baca Juga: Cara Daftar Paylater BCA: Dapatkan Limit hingga Rp20 Juta dengan Promo Bunga 0 Persen

Tips Aman Melindungi Data Pribadi Pengguna Paylater


Berita Terkait


News Update