CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bantuan bagi warga terdampak banjir yang mengungsi di sejumlah lokasi telah disalurkan.
Hal itu disampaikan Pramono usai meninjau langsung pengungsi di salah satu masjid di RW 01 Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng.
"Hari ini kami juga menyerahkan bantuan bagi masyarakat berupa ada beras, minyak, mie instan, kasur lipat, matras, selimut, family kit, kids wear, dan juga tadi ada bantuan dari PMI DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh, karena itu yang dibutuhkan di tempat ini sekarang ini," kata Pramono kepada wartawan, Sabtu, 24 Januari 2026.
Selain bantuan logistik, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan layanan kesehatan bagi warga di lokasi pengungsian telah disiapkan.
Baca Juga: Pemprov DKI Kerahkan Ratusan Pompa dan Alat Berat Tangani Banjir Jakarta
"Jadi untuk seperti tempat ini ada pos kesehatan tentunya menyangkut apa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan. Tadi saya menanyakan satu per satu rata-rata mereka merasa bahwa hal yang berkaitan dengan kesehatan sudah terpenuhi," jelas dia.
Namun demikian, Pramono menyebut masih ada sejumlah kebutuhan warga yang perlu dipenuhi selama berada di pengungsian.
"Kemudian hal yang berikutnya adalah tentang sosial. Ada permintaan tentang karpet, kemudian juga selimut, dan bagi yang sudah dua malam rata-rata mereka sudah terpenuhi, bagi yang baru-baru kemudian tadi sudah dibagi. Yang lain-lain tidak ada keluhan di tempat ini," jelas Pramono.
Sudah Dua Malam Tidur di Masjid Beralaskan Karpet
Murni Rahayu, 32 tahun, bersama anaknya yang masih balita, telah satu malam mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahman RW 01 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Hingga Sabtu, rumahnya di RT 09 RW 01 masih tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.
"Kalau saya ngungsi sudah dari hari Jumat pagi, airnya waktu itu tinggi, terus ada anak kecil juga makanya milih ngungsi," kata Murni saat ditemui di lokasi pengungsian, Sabtu, 24 Januari 2026.
Murni mengatakan banjir mulai merendam permukiman sejak Kamis, 22 Januari 2026 sore, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Baca Juga: Pramono Sebut Kiriman Air Tangerang-Tangsel Picu Banjir Jakarta Barat
"Hari Kamis saya masih tidur di rumah, kondisinya tapi memang udah banjir. Nah pas Jumat pagi ternyata air malah makin tinggi jadi terpaksa ke sini buat ngungsi," ucap dia.
Di lokasi pengungsian, ratusan warga RW 01 Rawa Buaya tidur beralaskan tikar masjid. Murni mengaku hanya membawa perlengkapan penting saat mengungsi.
"Kalau saya bawa sarung sendiri, terus peralatan bayi semua dibawa, biar kalau malam enggak kedinginan," ucap dia.
Ia menyebut selimut dan obat-obatan menjadi kebutuhan mendesak warga pengungsi.
"Yang dibutuhkan ya itu, selimut, obat-obatan. Kalau makanan siap saji mah ada ya di sini, kebutuhan buat ibu-ibu lah yang belum ada. Sama buat bersih-bersih rumah, karbol," tambah Murni.
Menurutnya, perlengkapan tersebut penting untuk mencegah warga terserang penyakit akibat udara dingin di malam hari.
"Selimut kalau buat tidur, kalau malam kan dingin banget. Kalau saya bawa sarung dari rumah," tuturnya.
Pengungsi lainnya, Muriani, 52 tahun, mengaku sudah dua malam bermalam di masjid sejak mengungsi pada Kamis, 22 Januari 2026.
"Airnya kalau di jalan udah sepinggang, terus masuk rumah sampai sepaha saya," kata Muriani.
Ia mengatakan warga sempat bertahan di rumah dengan menaikkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.
"Barang-barang semua juga udah dinaikin ke meja, warga kan pada bikin begituan buat naro barang. Memang disiapin kalau buat banjir," ungkap dia.
Namun, kondisi banjir yang terus meninggi membuatnya memilih mengungsi.
"Banjirnya udah tinggi, mau bertahan di rumah juga bingung, terpaksa mengungsi aja di sini," ucap dia.
